Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi satu/satunya bandara bertaraf internasional untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah. Tampak sejumlah pengguna bersiap memasuki Bandara YIA di Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta, belum lama ini.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pengelola Yogyakarta International Airport (YIA) menegaskan kesiapan penuh menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Berbagai langkah operasional disiapkan untuk memastikan kelancaran perjalanan penumpang, termasuk penguatan layanan bandara serta penyiagaan ratusan personel gabungan yang akan melayani pemudik.
Sebagai bagian dari antisipasi lonjakan mobilitas penumpang, Bandara YIA akan beroperasi selama 24 jam penuh mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Langkah tersebut juga dilakukan untuk mengakomodasi potensi peningkatan penerbangan tambahan atau extra flight selama periode mudik Lebaran.
"Kami menyiagakan 669 personel gabungan dan memastikan bandara beroperasi 24 jam penuh mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Fokus kami adalah fleksibilitas dalam mengakomodasi extra flight tanpa mengurangi standar layanan sedikit pun," ujar General Manager Bandara YIA, Ruly Artha kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).
Selain menyiapkan personel, pengelola bandara juga memastikan kesiapan infrastruktur yang dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi darurat. Ruly menyebut Bandara YIA memiliki fasilitas mitigasi bencana yang memadai, mulai dari sistem peringatan dini gempa dan tsunami hingga kesiapan unit pemadam kebakaran serta sistem drainase untuk menghadapi cuaca ekstrem.
"Mulai dari jalur evakuasi hingga peralatan keamanan dalam kondisi prima untuk menghadapi kondisi kontinjensi apapun saat arus mudik lebaran tahun ini," ungkapnya.
Selama periode arus mudik Lebaran 2026, Bandara YIA diproyeksikan melayani sekitar 259.491 penumpang. Untuk mengelola pergerakan penumpang tersebut, pengelola bandara akan menerapkan sistem management operation based on traffic (MOT) guna memantau tingkat kepadatan penumpang secara real time.
Selain pengaturan operasional, berbagai fasilitas layanan juga disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Beberapa di antaranya meliputi layanan buggy car, virtual customer service, serta tombol SOS yang disediakan khusus bagi penyandang disabilitas.
"Pengawasan kesehatan tetap menjadi prioritas melalui pemasangan thermal scanner untuk antisipasi penyebaran virus nipah bagi pelaku perjalanan luar negeri," ucap Ruly.
Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, menilai kesiapan Bandara YIA dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026 sudah sangat lengkap. Menurutnya, kesiapan tersebut mencakup pengawasan layanan bandara hingga integrasi moda transportasi penghubung.
"Kami memastikan layanan terbaik bagi masyarakat yang pulang kampung baik melalui bandara atau jalur darat lainnya," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kulonprogo juga berkomitmen menjaga kelancaran arus mudik di wilayahnya agar perjalanan masyarakat menuju kampung halaman tetap aman dan nyaman selama periode Lebaran 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

11 hours ago
7

















































