Harianjogja.com, JOGJA – Merek ikonik Defender mulai memasuki era elektrifikasi. Produk SUV listrik pertama yang lahir sejak Defender memisahkan diri sebagai merek independen, yakni Defender Sport, kini tengah menjalani serangkaian uji coba ketat di Inggris. Kendaraan ini dibangun di atas platform Electric Modular Architecture (EMA) dengan tantangan utama memadukan efisiensi baterai tanpa harus mengorbankan siluet kotak khasnya yang melegenda.
Direktur Merek Defender, Mark Cameron, menegaskan bahwa pengembangan SUV ini berjalan sesuai rencana. Meski belum ada tanggal peluncuran resmi, Defender Sport dipastikan bukan sekadar modifikasi dari Defender 90 saat ini, melainkan sebuah platform kendaraan listrik yang didesain dari nol untuk performa masa depan.
Platform Khusus dan Tantangan Desain
Defender Sport diperkirakan akan memiliki dimensi panjang lebih dari 4,5 meter. Penggunaan platform EMA, yang juga nantinya akan menyokong model Range Rover Evoque dan Velar, memaksa para insinyur JLR untuk menata ulang penempatan baterai di bawah lantai kendaraan.
Cameron menjelaskan bahwa arsitektur ini membawa konsekuensi teknis:
Batasan Dimensi: Penempatan baterai berdampak pada jarak sumbu roda dan ruang lengkungan roda yang lebih terbatas dibandingkan Defender konvensional.
Efisiensi vs Identitas: Bentuk Defender yang tegak dan bersudut tajam secara aerodinamis kurang ideal bagi efisiensi baterai. Namun, Cameron bersikeras untuk tetap mempertahankan desain ikonik tersebut demi menjaga jati diri merek.
"Tugas saya adalah memastikan kami mempertahankan identitas unik Defender, jika tidak, kami akan menjadi merek SUV biasa," tegas Cameron.
DNA Tangguh: Off-Road Tetap Prioritas
Meski menghadapi tantangan efisiensi, Defender Sport tetap berkomitmen pada DNA petualang. Kendaraan ini akan mempertahankan sistem penggerak semua roda (all-wheel drive) yang kemungkinan besar menggunakan konfigurasi dual-motor.
"Penting bagi kami bahwa Defender memimpin segmen ini dalam karakteristik yang mendefinisikan Defender," tambahnya. Pengujian kualitas menjadi prioritas utama. Perusahaan menolak mengikuti tren "balapan" percepatan produksi yang marak dilakukan merek Tiongkok, demi memastikan daya tahan kendaraan tetap sesuai standar kemewahan Defender.
Membangun Merek Gaya Hidup Mewah
Langkah ini merupakan bagian dari visi besar untuk mentransformasi Defender menjadi merek gaya hidup mewah (luxury lifestyle brand). Dengan portofolio yang kini mencakup model 90, 110, 130, hingga varian performa tinggi Octa, Defender Sport diharapkan menjadi pelengkap sempurna.
Seusai tiga tahun masa pengembangan nilai-nilai merek, tim desain dan teknik Defender kini berfokus pada "garis merah" atau DNA yang wajib dimiliki setiap model. Seusai nanti diluncurkan, Defender Sport diproyeksikan tidak hanya menjadi kendaraan off-road yang tangguh, tetapi juga simbol kemewahan elektrikal yang tetap setia pada akar sejarahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

4 hours ago
1

















































