UGM dan Indonesian Hypnosis Centre (IHC) gelar pelatihan sertifikasi Hipnoterapi Klinis Transpersonal untuk perkuat legitimasi ilmiah di Indonesia. - Istimewa.
Harianjogja.com JOGJA—Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisi hipnoterapi sebagai disiplin ilmu yang kredibel dan berbasis bukti melalui kolaborasi dengan Indonesian Hypnosis Centre (IHC).
Sinergi ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Sertifikasi Transpersonal Clinical Hypnotherapy yang digelar di Kampus UGM Yogyakarta, Sabtu (28/3/2026). Langkah akademik ini menjadi jawaban atas stigma negatif di masyarakat yang selama ini masih mengasosiasikan hipnosis dengan praktik mistis atau sekadar hiburan panggung.
Kerja sama formal ini sebenarnya telah dirintis sejak penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Rektor UGM, Profesor Ova Emilia bersama Direktur IHC, Avifi Arka pada Februari 2025 silam.
Implementasi program ini mencakup tiga pilar utama, yakni pendidikan sertifikasi bagi praktisi, pendampingan riset pada jenjang Doktoral (S3) Ilmu Psikologi, hingga aksi pengabdian masyarakat. Melalui riset di level doktoral, efikasi hipnosis akan diuji secara ketat agar memiliki validitas ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara internasional.
Guru Besar Fakultas Psikologi UGM, Prof. Dr. Kwartarini Wahyu Yuniarti menegaskan bahwa validasi praktik adalah kunci utama dalam pengembangan ilmu ini. Kolaborasi ini merupakan langkah krusial dalam memvalidasi praktik hipnoterapi di Indonesia.
"Dengan memadukan metodologi riset di tingkat S3 dengan pengalaman praktis dari IHC, kita dapat memastikan bahwa pendekatan Transpersonal Clinical Hypnotherapy dikembangkan berbasis bukti dan memberikan kontribusi nyata bagi ilmu psikologi," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM, Edilburga Wulan Saptandari menjelaskan integrasi kerja sama ini masuk dalam skema disertasi mahasiswa. Hal ini dilakukan agar seluruh proses intervensi hipnoterapi yang dilakukan praktisi maupun peneliti tetap berada dalam standar akademik yang terukur.
"Dukungan UGM sebagai institusi pendidikan papan atas diharapkan mampu membawa profesi hipnoterapis ke level yang lebih profesional dan berdampak luas bagi kesehatan mental masyarakat," katanya.
Direktur IHC, Avifi Arka menyambut positif sinergi ini sebagai momentum untuk mengangkat standar kompetensi hipnoterapis lokal ke kancah global. IHC berkomitmen untuk menyediakan ekosistem pendukung bagi para akademisi.
"Kami percaya bahwa sinergi dengan UGM akan membawa standar pelatihan hipnoterapi kita ke tingkat yang lebih tinggi, sekaligus memberikan pengakuan profesional yang lebih luas bagi para praktisi di Indonesia," tuturnya.
Di sisi lain, aspek kemanfaatan sosial juga menjadi fokus utama dalam gerakan ini melalui wadah KITA IHC. Ketua Umum DPN KITA IHC Fauzan Asmara berharap hipnosis tidak lagi eksklusif di ruang kelas, melainkan menjadi solusi praktis bagi problem psikologis harian masyarakat.
Menurutnya hipnosis tidak hanya dipahami sebagai ilmu di dunia akademis dan kompetensi utama hipnoterapis, tetapi sebagai alat bantu praktis yang bisa menyentuh dan membantu berbagai lapisan masyarakat luas dalam mengatasi problem psikologis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































