Foto ilustrasi. Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa saham Asia menguat tajam pada perdagangan Selasa (10/3/2026) setelah harga minyak dunia turun drastis. Sentimen positif dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut konflik dengan Iran kemungkinan segera berakhir.
Mengutip laporan Channel News Asia, indeks saham utama di kawasan Asia langsung merespons sentimen tersebut dengan penguatan signifikan.
Indeks utama KOSPI di Korea Selatan melonjak lebih dari 5% pada awal perdagangan. Kenaikan ini terjadi setelah sehari sebelumnya indeks tersebut mengalami tekanan tajam.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 juga menguat lebih dari 3%. Sementara itu, indeks MSCI Asia-Pacific di luar Jepang naik sekitar 2,6%.
Penguatan serupa terlihat di sejumlah bursa regional lain seperti Hong Kong, Shanghai, Sydney, Singapura, Wellington, Taipei, Manila, hingga **Jakarta>.
Kinerja bursa Asia tersebut mengikuti penguatan di Wall Street, di mana tiga indeks utama Amerika Serikat sebelumnya ditutup naik setelah sempat mengalami tekanan besar.
Harga Minyak Turun Tajam
Optimisme investor muncul setelah Trump menyatakan konflik di Timur Tengah kemungkinan segera mereda.
"Saya pikir perang ini sudah hampir selesai," kata Trump kepada CBS News melalui sambungan telepon.
Trump juga mengklaim kekuatan militer Iran telah mengalami kerusakan besar.
"Mereka tidak punya angkatan laut, tidak punya komunikasi, tidak punya angkatan udara. Jika dilihat sekarang, mereka tidak memiliki apa-apa lagi dari sisi militer," ujarnya.
Pernyataan tersebut langsung memicu optimisme pasar dan mendorong harga minyak mentah turun sekitar 10%.
Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak sekitar 30% hingga menembus level lebih dari USD119 per barel, sebelum kemudian jatuh ke kisaran USD84 per barel.
Pada sekitar pukul 00.30 GMT, minyak acuan global Brent Crude Oil turun 6,78% menjadi USD92,25 per barel.
Sementara minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate (WTI) melemah 6,54% menjadi USD88,57 per barel.
Pasar Masih Waspadai Geopolitik
Penurunan harga minyak juga dipengaruhi rencana para menteri keuangan G7 yang akan membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis untuk meredakan gangguan pasokan global.
Trump juga menyebut pemerintahannya berencana melonggarkan sejumlah sanksi terhadap beberapa negara guna membantu menstabilkan pasar energi.
"Kami memiliki sanksi terhadap beberapa negara. Kami akan mencabut sanksi tersebut sampai Selat (Hormuz) kembali dibuka," ujar Trump.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

7 hours ago
1

















































