Jumali Kamis, 21 Mei 2026 18:07 WIB

Luke Thomas Mahony/ LinkedIn
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah mulai mempercepat pembentukan mekanisme baru pengelolaan ekspor sumber daya alam melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Langkah ini ditandai dengan penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai direktur utama perusahaan yang disiapkan menjadi BUMN khusus ekspor komoditas strategis Indonesia.
Penunjukan tersebut diumumkan CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, usai mengikuti rapat terbatas bersama Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
PT DSI disiapkan sebagai perusahaan yang akan menangani penjualan komoditas strategis Indonesia ke pasar global. Pemerintah menargetkan skema baru ini mampu memperkuat pengawasan ekspor, menekan potensi kebocoran devisa, sekaligus meningkatkan nilai manfaat sumber daya alam bagi negara.
Mulai Juni 2026, ekspor batu bara, kelapa sawit, hingga fero alloy akan mulai diintegrasikan secara bertahap ke dalam mekanisme baru yang dikelola PT DSI. Kebijakan ini diperkirakan berdampak langsung pada pelaku industri tambang, sawit, dan perdagangan ekspor nasional.
“Untuk saat ini Luke Thomas,” ujar Rosan dikutip dari Antara.
Ia menambahkan struktur organisasi PT DSI masih terus diperkuat dan jajaran direksi lengkap akan diumumkan dalam waktu mendatang.
“Nanti kita akan tampilkan full timnya. Bisa dilihat track record-nya apa, kemampuannya jelas, seperti kita bangun Danantara dahulu,” kata Rosan.
Dalam waktu dekat, Rosan Roeslani juga dijadwalkan bertemu sejumlah asosiasi usaha seperti Kadin Indonesia, Apindo, APBI, serta asosiasi sawit untuk melakukan sosialisasi dan menyerap masukan dari pelaku industri.
Nama Luke Thomas Mahony sendiri bukan sosok baru di industri pertambangan internasional. Pria berkewarganegaraan Australia itu memiliki pengalaman panjang di sektor tambang global, termasuk pernah bekerja di perusahaan besar seperti BHP Billiton dan Xstrata Coal.
Ia juga pernah menduduki jabatan strategis di PT Vale Indonesia Tbk sebagai Chief Strategy and Technical Officer hingga direktur. Selain itu, Luke tercatat pernah menangani bidang teknologi, geologi, rekayasa tambang, hingga inovasi global di Vale.
Dari sisi pendidikan, Luke menyelesaikan studi di University of New South Wales dengan latar belakang teknik pertambangan dan keuangan. Pengalaman teknis dan manajerial tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah memilihnya untuk memimpin PT DSI.
Sebelum ditunjuk sebagai direktur utama PT DSI, Luke lebih dahulu direkrut ke Danantara Indonesia pada 2025 sebagai SEVP business performance & optimization.
Penetapan jabatannya diperkuat melalui Surat Keputusan Nomor AHU-0039765.AH.01.01 Tahun 2026 tentang pembentukan PT DSI yang diterbitkan pada 19 Mei 2026.
Kehadiran PT DSI diproyeksikan menjadi salah satu instrumen baru pemerintah dalam memperketat tata kelola perdagangan komoditas strategis Indonesia di tengah tingginya nilai ekspor sumber daya alam nasional dan upaya hilirisasi yang terus diperluas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

8 hours ago
10

















































