Foto ilustrasi kesehatan mental. / Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Tekanan emosional yang berlangsung lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari menjadi tanda seseorang perlu mempertimbangkan bantuan profesional. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan hingga hubungan sosial.
Para ahli kesehatan mental mengingatkan bahwa mengenali tanda tekanan emosional sejak dini penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Psikolog klinis Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog, menjelaskan bahwa tekanan emosional yang menetap dapat membuat seseorang merasa kewalahan hingga kesulitan menjalankan fungsi dasar kehidupan. “Bantuan profesional perlu dipertimbangkan ketika seseorang merasa tekanan emosionalnya menetap, bahkan semakin berat, sampai membuat dirinya kewalahan dan mulai mengganggu fungsi sehari-hari,” kata psikolog lulusan Universitas Indonesia itu, Kamis (6/3/2026).
Ratih yang juga tergabung dalam Tim Ahli Kelompok Kerja Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menuturkan bahwa kondisi tersebut biasanya ditandai dengan ketidakmampuan seseorang mengelola emosi secara stabil.
Dalam situasi tertentu, tekanan emosional bahkan bisa menghambat aktivitas dasar seperti bekerja, menjaga relasi dengan orang lain, tidur dengan baik, maupun menjalankan rutinitas harian secara normal.
Beberapa tanda tekanan emosional lain yang perlu diwaspadai antara lain munculnya perasaan putus asa dalam waktu lama, ledakan emosi yang sulit dikendalikan, keinginan menarik diri dari lingkungan sosial secara ekstrem, hingga munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
Menurut Ratih, gejala tersebut menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan dukungan yang lebih terarah dari tenaga profesional di bidang kesehatan mental. “Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan dukungan yang lebih terarah dari tenaga profesional,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa seseorang yang sudah merasa tidak mampu mengelola emosinya sendiri sebaiknya tidak ragu untuk mencari bantuan profesional. Pendampingan dari psikolog atau tenaga kesehatan mental dapat membantu individu memahami kondisi dirinya sekaligus menemukan strategi pemulihan yang tepat.
Sementara itu, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Theresia Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, menilai keputusan mencari bantuan profesional merupakan langkah positif dalam menjaga kesehatan mental.
“Kalau seseorang merasa perlu ada yang membantu dan memutuskan pergi ke bantuan profesional, itu tentu langkah yang baik,” kata lulusan The University of Melbourne tersebut Kamis (6/3/2026).
Novi menambahkan bahwa akses layanan psikolog saat ini semakin mudah dijangkau oleh masyarakat. Beberapa fasilitas kesehatan seperti puskesmas telah menyediakan layanan konseling psikolog sehingga masyarakat dapat memperoleh bantuan profesional dengan lebih mudah.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa proses pemulihan kesehatan mental tidak selalu harus dimulai dari layanan profesional. Kesadaran diri untuk memahami kondisi emosi dan situasi pribadi dapat menjadi langkah awal yang penting dalam menghadapi tekanan emosional.
Menurut Novi, kesadaran diri dapat dibangun melalui berbagai cara seperti membaca buku pengembangan diri, mempelajari filsafat, atau melakukan refleksi pribadi untuk memahami tujuan hidup dan cara menghadapi persoalan yang dihadapi. Proses refleksi ini membantu seseorang melihat kembali pengalaman hidupnya serta memahami alasan di balik reaksi emosional yang muncul.
Ia menambahkan bahwa ketenangan dan kemampuan mengambil jeda dari tekanan lingkungan juga memiliki peran penting dalam proses pemulihan kesehatan mental. “Kuncinya adalah kesadaran diri. Ketika seseorang mulai mengenali dirinya, itu sudah menjadi langkah awal untuk memulihkan kondisi mental,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

5 hours ago
3

















































