Jelang Idulfitri Pemotongan Sapi di Sleman Bisa Naik Dua Kali

9 hours ago 7

Jelang Idulfitri Pemotongan Sapi di Sleman Bisa Naik Dua Kali Foto ilustrasi daging sapi. / Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Permintaan daging sapi di sejumlah pasar di Kabupaten Sleman diperkirakan meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kondisi ini membuat aktivitas di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kentungan dan RPH Mancasan diprediksi mengalami lonjakan layanan pemotongan sapi.

Peningkatan permintaan tersebut diperkirakan memicu kenaikan aktivitas pemotongan sapi hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Meski begitu, lonjakan permintaan daging sapi menjelang Lebaran dinilai tidak sebesar saat momentum Hari Raya Iduladha.

Kepala UPTD Pasar Hewan Ambarketawang dan RPH DP3 Sleman, Yuda Andi Nugroho, mengatakan permohonan pemotongan sapi memang mulai menunjukkan tren peningkatan menjelang Lebaran.

Menurutnya, para pedagang biasanya mulai menyiapkan stok daging sapi beberapa hari sebelum libur panjang Idulfitri karena permintaan pasar meningkat. Komoditas daging sapi menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari masyarakat karena dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.

“Kalau sate barangkali tingkat konsumsi ya tidak begitu sering, tapi kalau bakso kan bisa sewaktu-waktu. Makanya daging sapi paling banyak permintaannya,” kata Yuda ditemui di UPTD Pasar Hewan Ambarketawang dan RPH, Jumat (6/3/2026).

Ia memperkirakan lonjakan pemotongan sapi di RPH Mancasan dan RPH Kentungan akan mulai terlihat sekitar empat hari sebelum Lebaran. Peningkatan aktivitas kuliner di Sleman juga diprediksi turut mendorong bertambahnya kebutuhan bahan baku daging sapi.

“Kalau biasa motong tiga hingga lima ekor sapi, kami bisa motong dua kali lipat. Tenaga jagal juga mungkin ada yang mudik, jadi antisipasi,” katanya.

RPH di Sleman hanya akan menghentikan operasional pada malam takbiran atau satu hari sebelum Lebaran. Setelah itu, layanan pemotongan sapi kembali berjalan normal seperti biasanya.

Dalam operasionalnya, RPH menetapkan tarif jasa pemotongan sapi jantan sebesar Rp30.000 per ekor, sedangkan untuk sapi betina dikenakan tarif Rp60.000 per ekor. Retribusi pemotongan sapi betina lebih tinggi karena terdapat sejumlah persyaratan tambahan yang harus dipenuhi sebelum proses pemotongan dilakukan.

Salah satu syarat tersebut adalah pemeriksaan kehamilan pada sapi betina. Hewan yang sedang hamil tidak diperbolehkan untuk dipotong, begitu pula sapi betina yang masih dalam masa produktif.

“Kami hanya menyediakan tempat, fasilitas, dan juru sembelih. Kalau tenaga untuk menguliti dan memotong ada sendiri dari juru sembelih,” ucapnya.

Sementara itu, data pemotongan sapi di Sleman sepanjang 2025 tercatat mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024 terdapat 1.249 ekor sapi yang dipotong, sedangkan pada 2025 jumlahnya menjadi 1.198 ekor.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, RR Mae Rusmi Suryaningsih, sebelumnya menyampaikan bahwa hingga 28 Januari 2026 terjadi peningkatan lalu lintas ternak yang masuk ke wilayah Sleman. Informasi tersebut diperoleh berdasarkan koordinasi dengan DP3 Sleman.

Menurut Mae, meningkatnya arus ternak yang masuk ke Sleman justru menjadi sinyal positif dalam menjaga ketersediaan pasokan daging sapi menjelang Lebaran. Disperindag Sleman bersama instansi terkait juga terus memantau perkembangan harga dan distribusi pasokan untuk menjaga stabilitas pasar serta daya beli masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news