Kerusuhan Karachi: Marinir AS Akui Lepas Tembakan

5 hours ago 1

Harianjogja.com, JOGJA—Situasi keamanan di Pakistan memanas setelah dua pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi personel Marinir menembaki massa yang menerobos Konsulat AS di Karachi.

Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 10 orang dan memicu krisis diplomatik baru di kawasan Asia Selatan dan memicu kecaman luas.

Dilansir Reuters, Selasa (3/3/2026), dua sumber resmi AS yang enggan disebutkan namanya menyatakan personel Marinir terpaksa melepaskan tembakan ketika pengunjuk rasa berhasil menjebol dinding luar kompleks konsulat. Aksi tersebut merupakan bagian dari gelombang protes besar di berbagai kota di Pakistan menyusul laporan kematian Ayatollah Ali Khamenei.

Sepuluh Tewas, Pelaku Penembakan Belum Dipastikan

Laporan terbaru menyebutkan sedikitnya 10 orang tewas dalam bentrokan di Karachi. Namun, pejabat AS menyatakan belum dapat dipastikan apakah tembakan Marinir secara langsung menyebabkan kematian para demonstran.

Di lokasi kejadian, selain Marinir AS, terdapat pula petugas keamanan swasta dan polisi lokal yang bertugas menjaga misi diplomatik. Juru bicara pemerintah Provinsi Sindh, Sukhdev Assardas Hemnani, menyebut “personel keamanan” telah melepaskan tembakan tanpa merinci instansinya.

Pejabat kepolisian Karachi juga mengonfirmasi arah tembakan berasal dari dalam area konsulat, tetapi belum dapat memastikan siapa yang melepaskan tembakan tersebut.

Pengakuan Langka

Sejumlah media internasional seperti Reuters, CCTV, dan The Paper melaporkan keterlibatan personel Korps Marinir yang berjaga di konsulat dalam insiden tersebut. Pengakuan ini dinilai langka karena menyangkut penggunaan kekuatan mematikan di fasilitas diplomatik AS di luar negeri.

Konfirmasi dari pejabat AS muncul dua hari seusai insiden, di tengah tekanan publik yang menuntut pertanggungjawaban atas korban jiwa.

Situasi Mencekam di Karachi

Berdasarkan laporan Reuters, suasana di luar konsulat saat kejadian diwarnai teriakan slogan anti-Amerika dan anti-Israel. Rentetan tembakan dan gas air mata terdengar di sekitar lokasi.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kekacauan di sekitar kompleks konsulat. Sejumlah pengunjuk rasa dilaporkan mengalami luka-luka, sementara aparat keamanan berupaya membubarkan massa.

Pakistan Berlakukan Jam Malam

Sebagai negara dengan populasi Syiah terbesar kedua di dunia, Pakistan meningkatkan status keamanan nasional. Pemerintah melarang pengumpulan massa dan memberlakukan jam malam di sejumlah wilayah, termasuk Gilgit dan Skardu di kawasan Gilgit-Baltistan.

Berdasarkan laporan AFP, Al Monitor, dan CGTN, jumlah korban tewas akibat kerusuhan di berbagai kota Pakistan dilaporkan mencapai 23 hingga 26 orang.

Hingga saat ini, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlibatan Marinir dalam insiden penembakan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news