Wisatawan berkunjung ke Candi Prambanan, Sleman, Kamis (11/4/2024). - Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, JOGJA— Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia melalui Yogyakarta International Airport (YIA) pada Januari 2026 mencapai 6.791 kunjungan.
Pelaksana Tugas Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan secara bulanan jumlah kunjungan Wisman mengalami penurunan 15,29% dibandingkan Desember 2025 yang tercatat sebanyak 8.017 kunjungan. Namun secara tahunan, jumlah tersebut masih tumbuh 1,1% dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 6.717 kunjungan.
Berdasarkan negara asal, tiga negara dengan jumlah kunjungan Wisman terbesar adalah Malaysia dengan 3.279 kunjungan atau berkontribusi 48,28% dari total Wisman. Secara bulanan angka ini turun 11,9% dan secara tahunan turun 5,4%.
Kemudian disusul Singapura dengan 760 kunjungan atau berkontribusi 11,19%. Jumlah tersebut turun 51,90% secara bulanan, tetapi tumbuh 21,99% secara tahunan.
“Sementara itu, Wisman asal Tiongkok sebanyak 386 kunjungan atau pangsa 5,68% dengan pertumbuhan bulanan melonjak 102,09% meskipun secara tahunan turun 13,65%,” ujar Endang.
Dilihat dari kawasan, kunjungan Wisman masih didominasi kawasan ASEAN sebanyak 4.822 kunjungan atau 71,01%, disusul Asia selain ASEAN sebanyak 912 kunjungan atau 13,43%, serta Eropa sebanyak 655 kunjungan atau 9,65%.
Perjalanan Wisatawan Nusantara Turun
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (Wisnus) ke Daerah Istimewa Yogyakarta pada Januari 2026 tercatat mencapai 3,53 juta perjalanan.
Jumlah tersebut turun 8,84% dibandingkan Desember 2025 dan turun 6,07% dibandingkan Januari 2025.
Endang menjelaskan wisnus merupakan warga negara Indonesia yang melakukan perjalanan di luar lingkungan sehari-hari namun masih dalam wilayah Indonesia, tidak dilakukan secara rutin, serta tidak bertujuan memperoleh penghasilan di tempat tujuan.
Dari total perjalanan wisnus tersebut, perjalanan antar kabupaten/kota di dalam provinsi (intra) tercatat sebanyak 1,33 juta perjalanan atau 37,77%. Sementara perjalanan antar provinsi (inter) mencapai 2,20 juta perjalanan atau 62,23%.
Secara bulanan, hampir seluruh kabupaten/kota di DIY mengalami penurunan perjalanan wisnus pada Januari 2026. Namun Kabupaten Gunungkidul justru mencatat kenaikan sebesar 2,95%.
“Penurunan terdalam terjadi di Kota Yogyakarta yang turun 12,65% dibandingkan bulan sebelumnya,” tuturnya.
Okupansi Hotel Ikut Turun
BPS juga mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada Januari 2026 mengalami penurunan 15,61 poin secara bulanan dan turun 6,07 poin secara tahunan.
TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya juga menurun masing-masing 3,71 poin secara bulanan dan 0,66 poin secara tahunan.
Jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang maupun nonbintang pada Januari 2026 tercatat sebanyak 754.708 orang atau turun 16,13% dibandingkan Desember 2025.
Low Season Pariwisata
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto, mengatakan penurunan kunjungan wisman pada Januari merupakan tren tahunan karena periode tersebut masuk musim sepi wisata atau low season.
Menurutnya, kunjungan wisatawan mancanegara biasanya meningkat pada musim panas antara Mei hingga September.
Ia menambahkan pelaku industri pariwisata perlu memanfaatkan masa low season untuk menggarap pasar wisata baru.
“Karena yang datang market-nya berbeda-beda sesuai dengan season-nya masing-masing. Itu yang sebenarnya menjadi pengingat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

4 hours ago
1

















































