Harianjogja.com, JAKARTA — Pare atau yang juga dikenal sebagai karela kerap dihindari karena rasanya yang pahit. Namun di balik rasa tersebut, sayuran ini menyimpan beragam manfaat kesehatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Sejumlah penelitian dan pendapat ahli menyebut pare sebagai salah satu sumber nutrisi penting yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Dokter spesialis gastroenterologi dan hepatologi dari Fortis Hospital, Shubham Vatsya, menjelaskan bahwa pare mengandung berbagai mikronutrien yang mendukung fungsi metabolisme.
Menurutnya, pare dikenal luas memiliki manfaat bagi penderita Diabetes. Kandungan senyawa aktif seperti charantin dan polipeptida-p di dalamnya berperan dalam membantu mengontrol kadar gula darah. Senyawa tersebut bekerja dengan meningkatkan sensitivitas insulin sekaligus menekan lonjakan glukosa setelah makan.
Meski demikian, manfaat pare tidak hanya dirasakan oleh penderita diabetes. Bagi orang sehat, konsumsi pare juga dapat memberikan efek positif berkat kandungan antioksidan dan antiinflamasi yang cukup tinggi. Kedua sifat ini membantu melawan radikal bebas serta menekan peradangan kronis dalam tubuh.
Selain itu, pare kaya akan vitamin C dan serat yang penting untuk menjaga sistem pencernaan tetap optimal. Konsumsi secara rutin dalam jumlah wajar juga disebut dapat mendukung fungsi hati serta membantu memperbaiki kadar kolesterol dalam darah.
Namun demikian, konsumsi pare tetap perlu diperhatikan. Mengonsumsi pare secara berlebihan, terutama dalam bentuk jus, justru berpotensi menimbulkan efek yang kurang baik bagi tubuh. Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar pare dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Cara terbaik mengolah pare adalah dengan memasaknya secara ringan agar kandungan nutrisinya tetap terjaga. Alternatif lain, pare juga bisa dikonsumsi dalam bentuk jus, namun tetap dalam porsi yang terkontrol.
Dengan pengolahan yang tepat dan konsumsi yang bijak, pare dapat menjadi salah satu pilihan sayuran sehat yang memberikan banyak manfaat bagi tubuh, meskipun rasanya tidak selalu disukai semua orang.
Beberapa penelitian menunjukkan potensi pare dalam meningkatkan kesehatan, seperti membantu mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan sistem imun. Meskipun demikian, masih dibutuhkan riset lanjutan pada manusia untuk memastikan efektivitas dan keamanannya. Berikut ulasan lengkapnya.
10 manfaat buah pare
1. Mengatur kadar gula darah
Pare mengandung senyawa seperti charantin dan polipeptida‑P yang meniru insulin, membantu menurunkan kadar glukosa darah dan HbA1c pada penderita diabetes tipe 2.
2. Mendukung manajemen berat badan
Serat dalam buah ini memperpanjang rasa kenyang, sementara komponen bioaktif (seperti triterpenoid) dapat mengurangi pembentukan lemak.
3. Menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung
Serangkaian penelitian, termasuk uji klinis kecil di Jepang, menemukan bahwa ekstrak pare mampu menurunkan LDL (“kolesterol jahat”).
4. Peran anti-inflamasi dan analgesik
Senyawa di dalam pare berperan mengurangi peradangan dan nyeri osteoartritis, sehingga membantu meningkatkan mobilitas sendi.
5. Memperkuat sistem kekebalan tubuh
Vitamin C, A, dan protein MAP30 dalam pare meningkatkan produksi sel darah putih dan imugnoglobulin, serta memiliki efek antivirus.
6. Mendukung kesehatan pencernaan
Kandungan serat larut & tidak larut membantu mencegah sembelit, menstimulasi mikrobiota sehat, dan meredakan gangguan pencernaan.
7. Melindungi kesehatan kulit
Antioksidan dalam pare seperti fenol dan flavonoid efektif menangkal radikal bebas, membantu meredakan eksim, psoriasis, dan infeksi kulit.
8. Menangkal risiko kanker
Senyawa bioaktif seperti triterpenoid, flavonoid, dan momordin menunjukkan efek antikanker pada sel dan hewan uji perlunya uji klinis tambahan.
9. Membantu mengatasi anemia
Kaya zat besi dan folat, pare mendukung pembentukan hemoglobin dan sel darah merah, efektif untuk mencegah anemia.
10. Mendukung kesehatan mata dan anti-penuaan
Beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin melindungi mata dari degenerasi makula, sementara vitamin C dan antioksidan lainnya memperlambat penuaan sel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































