Rumah khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Magelang, Jawa Tengah yang diserahterimakan oleh Kementerian PUPR. Antara - HO/Kementerian PUPR.
Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah mulai menyiapkan langkah strategis untuk mengejar target ambisius Program 3 Juta Rumah dengan merancang pembangunan 10 kota baru di berbagai wilayah Indonesia. Kebijakan ini diarahkan untuk mengatasi backlog perumahan sekaligus memperluas akses hunian layak bagi masyarakat.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah telah masuk dalam daftar prioritas pengembangan. Beberapa di antaranya meliputi Tangerang, Bogor, Batang, Deli Serdang, hingga Kubu Raya.
Menurutnya, penentuan lokasi tersebut didasarkan pada tingginya kebutuhan hunian di daerah-daerah tersebut, sehingga diharapkan mampu menekan kesenjangan antara ketersediaan rumah dan jumlah masyarakat yang membutuhkan.
Untuk mempercepat realisasi, pemerintah juga menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional guna memastikan ketersediaan lahan yang memadai.
“Kami sudah mengantongi data lokasi potensial dan akan segera ditindaklanjuti secara teknis,” ujar Maruarar.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah berencana membentuk tim lintas kementerian dan lembaga yang bertugas melakukan survei langsung di lapangan. Tim ini akan memastikan kesiapan infrastruktur, status lahan, hingga potensi pengembangan kawasan sebelum proyek dijalankan.
Selain pembangunan kota baru, pemerintah juga memaksimalkan pemanfaatan aset negara yang belum digunakan secara optimal. Salah satunya adalah lahan milik PT Kereta Api Indonesia di kawasan perkotaan, khususnya di Jakarta, yang direncanakan untuk pembangunan hunian vertikal.
Langkah ini dinilai penting untuk menjawab keterbatasan lahan di kota-kota besar sekaligus memberikan solusi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar tetap memiliki akses terhadap tempat tinggal yang layak dan terjangkau.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Pihaknya saat ini tengah melakukan pemetaan aset milik perusahaan pelat merah yang berpotensi dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan.
Pada tahap awal, fokus pengembangan akan diarahkan ke sejumlah wilayah utama seperti Bandung, Surabaya, Medan, serta Makassar.
Pemerintah berharap, kombinasi antara pembangunan kota baru dan optimalisasi aset negara dapat mempercepat pencapaian target Program 3 Juta Rumah. Dengan strategi ini, kebutuhan hunian nasional diharapkan dapat terpenuhi secara bertahap, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan-kawasan baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com


















































