Ilustrasi lampu penerangan jalan umum (LPJU). / Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perhubungan Kabupaten Kulonprogo memastikan tidak ada pengadaan baru lampu penerangan jalan umum (LPJU) menjelang arus mudik Lebaran 2026. Menjelang momen tersebut, instansi hanya melakukan perawatan rutin pada lampu jalan, sedangkan pengadaan unit baru direncanakan dilaksanakan setelah Idulfitri.
Kepala UPT Pengelola Penerangan Jalan Umum (PPJU) Dishub Kulonprogo, Maike Rusma Sari, mengatakan saat ini proses pengadaan LPJU baru masih berada pada tahap perencanaan di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kulonprogo.
Karena itu, menjelang arus mudik Lebaran tahun ini Dishub hanya fokus melakukan pemeliharaan lampu penerangan jalan.
“Sebelum Ramadan kami melaksanakan pemeliharaan dengan prioritas akses menuju tempat ibadah seperti masjid untuk keamanan jemaah melaksanakan tarawih. Menjelang mudik ini kami melaksanakan pemeliharaan LPJU di jalan-jalan kabupaten terutama yang rawan kecelakaan lalu lintas,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).
Perawatan Sudah Dimulai Sejak Awal Tahun
Maike menjelaskan, pemeliharaan LPJU sebenarnya merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Dishub Kulonprogo dan tidak hanya dilakukan saat mendekati arus mudik.
Sejak awal 2026, perawatan lampu jalan di ruas jalan kabupaten sudah mulai dilakukan secara bertahap.
“Ruas jalan kabupaten perawatannya sudah dimulai awal tahun. Untuk LPJU jalan nasional dilakukan Dishub provinsi dan **Balai Pengelola Transportasi Darat> (BPTD),” ujarnya.
Dishub Kulonprogo juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait agar pemeliharaan LPJU di jalan nasional maupun provinsi dapat segera dilakukan.
Pengadaan LPJU Setelah Lebaran
Menurut Maike, pengadaan LPJU baru direncanakan dilaksanakan setelah Idulfitri dan akan menyasar sejumlah titik jalan kabupaten.
Sumber anggaran pengadaan tersebut berasal dari APBD Kulonprogo dan Dana Keistimewaan (Danais) DIY.
Untuk LPJU yang bersumber dari APBD, pelaksanaan diperkirakan dimulai pada Juni atau Juli 2026. Sementara pengadaan yang menggunakan Danais DIY diproyeksikan mulai April atau Mei.
Total pengadaan yang direncanakan mencapai 143 unit LPJU, dengan rincian:
- 116 unit dari anggaran APBD
- 27 unit dari Danais DIY
LPJU dari APBD akan dipasang di 12 kapanewon di wilayah Kulonprogo. Sedangkan LPJU yang bersumber dari Danais DIY difokuskan pada kawasan satuan ruang strategis (SRS) seperti Perbukitan Menoreh, Kiskendo, Sermo, dan Wates.
Anggaran Miliaran Rupiah
Untuk pengadaan tersebut, pemerintah daerah menyiapkan anggaran hingga miliaran rupiah.
“Anggaran APBD untuk LPJU 116 unit sebesar Rp1,484 miliar dan sumber Danais DIY 27 unit sebesar Rp702 juta,” jelas Maike.
Sementara itu, Kepala Bagian PBJ Setda Kulonprogo, Taufiq Prihadi, mengatakan saat ini proses pengadaan masih berada pada tahap perencanaan.
Ia memperkirakan tahap perencanaan membutuhkan waktu sekitar satu bulan sebelum masuk ke tahap pelaksanaan.
“Prediksi saya akhir April pelaksanaannya karena di proses perencanaan itu kan paling tidak butuh waktu satu bulan. Jadi nanti di akhir April baru kemudian pelaksanaan pembangunannya. Ya, kemungkinan besar timeline schedule-nya seperti itu. Karena pelaksanaan itu enggak bisa dilaksanakan kalau kemudian perencanaannya belum selesai. Harus selesai dulu. Itu sebagai dasar untuk pelaksanaan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

2 hours ago
1

















































