Ilustrasi - Drone Iran meluncur ke pangkalan AU Inggris di Siprus Yunani. ANTARA/Anadolu - py.
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Qatar menegaskan tidak sedang berperang dengan Iran di tengah memanasnya situasi kawasan Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, menyatakan negaranya hanya menggunakan hak sah untuk membela diri dari serangan.
"Qatar tidak ikut bagian dari serangan yang menargetkan Iran. Kami menggunakan hak kami untuk membela diri dan menghadang serangan Iran terhadap negara kami," katanya melalui media sosial X, Selasa (3/3/2026).
Ia juga meminta media internasional mengacu pada sumber resmi dan kredibel dari Qatar dalam memberitakan situasi tersebut.
Klaim Serangan dan Bantahan
Sebelumnya, sejumlah jurnalis Israel mengutip sumber Barat yang mengklaim Qatar melakukan serangan terhadap Iran dalam 24 jam terakhir. Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh pihak Doha.
Situasi kawasan memanas setelah pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan gabungan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangkaian serangan rudal ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai negara Timur Tengah.
Qatar dan UEA Klaim Cegat Rudal
Kementerian Pertahanan Qatar sebelumnya menyatakan pasukan pertahanan udara mereka berhasil menggagalkan sejumlah serangan.
"Kementerian Pertahanan Negara Qatar mengumumkan bahwa, berkat tingkat kesiapan yang tinggi, kewaspadaan keamanan, serta koordinasi erat antar-otoritas terkait, telah berhasil mencegat dan menggagalkan sejumlah serangan yang menargetkan wilayah negara," bunyi pernyataan resmi kementerian.
Suara ledakan dilaporkan terdengar di berbagai wilayah Qatar, termasuk ibu kota Doha. Peringatan juga dikirimkan ke ponsel warga untuk tetap berada di rumah demi keselamatan.
Ledakan serupa turut terdengar di ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, menurut kesaksian warga.
"Ada beberapa ledakan, awalnya satu, lalu 5-10 menit kemudian beberapa lagi, tetapi terdengar teredam," kata seorang saksi mata di Abu Dhabi.
Saksi lain menyebut ledakan terjadi dengan frekuensi bervariasi. Bahkan di Dubai, beberapa warga juga mengaku mendengar ledakan dan melihat objek yang diduga roket jatuh di kejauhan.
Kantor berita resmi UEA, Emirates News Agency (WAM), melaporkan bahwa sejumlah rudal Iran berhasil dicegat sistem pertahanan udara negara tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

1 hour ago
1

















































