Rocky Gerung Ngobrol dengan Prabowo di Istana, Bahas Etika

5 hours ago 1

Rocky Gerung Ngobrol dengan Prabowo di Istana, Bahas Etika Rocky Gerung berbincang santai dengan Prabowo di Istana, bahas etika kepemimpinan dan isu lingkungan. - Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA—Akademisi Rocky Gerung terlihat berbincang santai dengan Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di sela pelantikan pejabat negara di Istana Negara, Senin (27/4/2026). Momen tersebut berlangsung hangat dan diwarnai diskusi ringan hingga candaan.

Rocky hadir sebagai undangan dalam pelantikan sejumlah pejabat, termasuk Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Ia datang bersama sejumlah aktivis, di antaranya Syahganda Nainggolan.

Dalam suasana sebelum pelantikan dimulai, Rocky sempat berbincang dengan Teddy Indra Wijaya. Keduanya tampak berdialog akrab, bahkan diselingi gestur santai berupa tepukan di bahu.

Usai prosesi pelantikan, Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyalami para tamu undangan. Saat itulah Rocky dan Prabowo terlibat percakapan singkat yang berlangsung santai dan penuh canda.

Rocky menyebut kehadirannya sebagai representasi masyarakat sipil sekaligus untuk mendampingi Jumhur Hidayat yang telah lama dikenalnya. Ia menilai Jumhur sebagai sosok intelektual dengan pemahaman kuat di bidang perburuhan, ekonomi, dan lingkungan.

“Jumhur Hidayat itu mantan narapidana, tapi dia seorang intelektual, dia belajar tentang perburuhan, ekonomi, lingkungan dari ITB. Jadi karena dia saya kenal, maka saya dampingi itu. Itu alasan saya ada di sini,” kata Rocky.

Dalam perbincangannya dengan Teddy, Rocky mengungkap diskusi yang mengarah pada etika kepemimpinan, khususnya pentingnya bahasa tubuh dalam mencerminkan kualitas seorang pemimpin.

“Ya, saya ngomong dengan Seskab, ya ngomong tentang ethics of care dan ethics of rights. Ethics of care artinya cara secara psikologis memperlihatkan kepemimpinan melalui bahasa tubuh. Bukan melalui tubuh ya, melalui bahasa tubuh gitu,” jelasnya.

Ia menilai Teddy memiliki kemampuan memahami kapan ekspresi kepemimpinan perlu ditampilkan secara terbuka dan kapan harus disimpan sebagai bagian dari strategi komunikasi.

Sementara itu, saat bertemu dengan Presiden Prabowo, Rocky menyebut interaksi mereka berlangsung seperti rekan diskusi lama. Percakapan tersebut diwarnai humor dan suasana santai.

“Sama Pak Prabowo ya saya salaman tadi, dan Pak Prabowo kan teman saya diskusi dulu-dulu. Dan beliau, 'wah Pak Rocky terima kasih hadir, dan ternyata Pak Rocky masih disiden,' gitu. Tapi Anda lihat wajahnya wajah bercanda,” ujarnya.

Rocky juga menyinggung istilah “disiden” yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia merujuk pada seseorang yang tidak sepakat dengan pandangan kelompok tertentu.

Dalam kesempatan itu, Rocky turut menyoroti peran Kementerian Lingkungan Hidup yang kini dipimpin Jumhur. Ia menilai kementerian tersebut memiliki dimensi global karena isu lingkungan menjadi perhatian dunia.

Menurutnya, sekitar 70 juta generasi Z di Indonesia menaruh harapan pada sikap pemerintah terhadap isu lingkungan. Ia menilai Jumhur dapat merepresentasikan kepentingan generasi muda dalam konteks tersebut.

“Jadi saya anggap bahwa Pak Jumhur itu mewakili kepentingan minimal 70 juta langsung anak muda. Apalagi kalau itu dihubungkan dengan keinginan untuk menjadikan environment itu sebagai sumbangan kita pada planet dunia global,” ucapnya.

Rocky menegaskan dirinya tidak menjadi bagian dari kabinet, namun tetap akan menjalankan peran sebagai masyarakat sipil untuk mengawal kebijakan pemerintah, khususnya di sektor lingkungan hidup.

“Tentu saya bukan bagian dari kabinet, tapi saya mau jaminkan bahwa masyarakat sipil akan bersama dengan Pak Jumhur, karena Pak Jumhur aktivis, dia mengerti tentang kesulitan ekonomi, dia pimpinan buruh. Jadi sekali lagi Pak Jumhur itu mengerti politik,” pungkasnya.

Dalam pelantikan tersebut, Presiden Prabowo juga melantik sejumlah pejabat lain, di antaranya Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina, serta Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, dalam rangka memperkuat struktur pemerintahan di awal masa kerja kabinet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news