RTH Tegalgendu Jogja Jadi Pionir Pertanian Kota Berbasis Pupuk Organik

4 hours ago 1

Harianjogja.com, JOGJA–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperluas area hijau melalui penataan dua Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru pada tahun 2026.

Proyek yang menyasar wilayah Prenggan dan Tegalgendu ini sengaja dirancang dengan visi multifungsi yang tidak sekadar menjadi paru-paru kota, namun juga didorong sebagai penggerak roda ekonomi serta pusat interaksi sosial bagi masyarakat setempat.

Konsep inovatif yang akan diusung dalam pembangunan tersebut mengedepankan pendekatan lanskap yang lebih luas dan adaptif terhadap kebutuhan urban.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik DLH Kota Jogja, Rina Aryati Nugraha, menjelaskan bahwa khusus untuk RTH Tegalgendu, pemerintah bakal menerapkan model integrated farming sebagai proyek percontohan pertanian perkotaan yang mandiri.

Di area tersebut, aktivitas bercocok tanam akan didukung sepenuhnya oleh penggunaan pupuk organik yang diproduksi langsung dari hasil olahan sampah organik warga di lokasi yang sama.

“Tahun ini ada dua RTH yang mulai kami tata, di Prenggan dan Tegalgendu. Konsepnya bukan hanya ruang hijau, tetapi juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan,” ujar Rina, Rabu (4/3/2026).

Selain menjadi sarana edukasi bagi warga yang ingin mempelajari teknik bertani di lahan sempit, kawasan ini juga diproyeksikan sebagai ruang publik yang hidup bagi tempat bermain anak-anak serta lokasi beragam kegiatan komunal.

Langkah ekspansi ini secara ekologis sangat krusial mengingat fungsi vital RTH dalam menetralisir polusi udara, memproduksi oksigen, hingga memaksimalkan daya serap air hujan di tengah padatnya pemukiman Kota Gudeg.

Sejauh ini, Kota Jogja telah memiliki 64 titik RTH publik, namun total proporsinya baru menyentuh angka 23,351 persen, yang terdiri atas 8,063 persen sektor publik dan 15,288 persen wilayah privat.

Oleh sebab itu, Pemkot Jogja terus berupaya melakukan optimalisasi sisa lahan yang tersedia serta memperkuat kolaborasi dengan pihak swasta agar target ideal luasan 30 persen dapat segera tercapai secara bertahap.

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa setiap RTH publik yang dibangun harus memiliki nilai manfaat yang saling terintegrasi satu sama lain.

Menurutnya, keberadaan taman kota tersebut harus mampu menjamin hak bermain bagi anak-anak, menyediakan ruang rekreasi yang inklusif bagi warga, sekaligus memberikan peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang di sekitar area hijau.

Keberadaan Unit Pupuk Organik di dalam kawasan tersebut juga diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung produktivitas pertanian kota.

Upaya penambahan RTH publik ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang DLH Kota Jogja dalam mewujudkan kota yang ramah lingkungan sekaligus mandiri secara pangan melalui pemanfaatan pupuk organik.

Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ekosistem perkotaan diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi penduduk melalui pengelolaan ruang terbuka hijau yang lebih produktif dan berkelanjutan di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news