Harianjogja.com, PALEMBANG—PT Hutama Karya (Persero) bersama anak usahanya, PT Hakaaston (HKA), tengah melakukan akselerasi pemeliharaan infrastruktur di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Langkah strategis ini diambil guna menjamin aspek keselamatan serta kenyamanan para pemudik yang diprediksi akan melonjak signifikan pada periode arus mudik Lebaran 2026 mendatang.
Fokus utama perbaikan infrastruktur jalan bebas hambatan ini dipusatkan pada dua jalur nadi utama di Pulau Sumatera, yakni Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (Terpeka) dan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai).
Manajemen menargetkan seluruh pekerjaan teknis di lapangan dapat terselesaikan dalam waktu dekat agar tidak mengganggu arus lalu lintas saat memasuki fase puncak pergerakan masyarakat.
“Pemeliharaan pada titik-titik tersebut ditargetkan rampung sebelum 10 Maret 2026. Percepatan ini merupakan langkah badan usaha jalan tol untuk menjaga standar kualitas layanan jalan tol,” kata Pelaksana Harian Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, dalam keterangan resminya pada Sabtu (7/3/2026).
Hamdani menjelaskan bahwa pemeliharaan rutin maupun mayor ini sangat penting untuk menjaga keandalan struktur perkerasan jalan agar tetap kokoh dalam menahan beban kendaraan.
Kondisi jalan yang prima tidak hanya mendukung mobilitas kendaraan pribadi para pemudik, tetapi juga memastikan kelancaran distribusi logistik kebutuhan pokok yang biasanya meningkat tajam menjelang Idulfitri.
Secara teknis, tim di lapangan melakukan intervensi pada titik-titik spesifik di ruas Tol Pekanbaru-Dumai, tepatnya pada KM 49+250 hingga KM 49+200 serta KM 78+856 sampai KM 78+760. Sementara itu, cakupan penanganan di ruas Tol Terpeka jauh lebih luas, meliputi berbagai segmen strategis yang tersebar mulai dari KM 188 hingga KM 330 di Jalur A.
"Pada ruas Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, penanganan dilakukan pada sejumlah segmen yang tersebar mulai KM 188+542,50 hingga KM 330+404,00 di Jalur A," jelasnya.
Direktur Operasi PT Hakaaston, Martin Nababan, menambahkan bahwa fokus utama perusahaan adalah memastikan standar pelayanan minimal (SPM) jalan tol tetap terjaga.
Dengan memulai perbaikan lebih awal, risiko terjadinya kemacetan akibat adanya pekerjaan jalan saat arus mudik dimulai dapat diminimalisir secara efektif.
“Keamanan pengguna jalan adalah prioritas utama kami. Karena itu perbaikan dilakukan lebih awal agar kondisi jalan tetap optimal saat periode mudik,” ujar Martin menekankan komitmen perusahaan terhadap keselamatan pengguna jalan.
Meski perbaikan ini bertujuan untuk kepentingan publik, pihak Hutama Karya tetap menyampaikan permohonan maaf jika proses pengerjaan di lapangan menimbulkan hambatan sesaat bagi para pengendara.
Masyarakat yang melintasi area proyek diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi instruksi petugas, serta selalu memantau informasi terkini melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.
Keandalan Jalan Tol Trans Sumatera diharapkan menjadi tulang punggung transportasi yang aman bagi jutaan masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman tahun ini.
Melalui percepatan ini, Hutama Karya optimis dapat memberikan pengalaman berkendara yang lebih lancar dan selamat, sehingga tradisi mudik dapat berjalan tanpa kendala infrastruktur yang berarti di sepanjang koridor utama Sumatera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

10 hours ago
9

















































