Jumali Senin, 11 Mei 2026 13:57 WIB
Harianjogja.com, JOGJA— Apple Inc. dilaporkan kembali menerapkan standar seleksi yang sangat ketat dalam menentukan mitra pemasok komponen untuk lini unggulan mereka, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Langkah strategis ini diambil guna memastikan kualitas layar pada perangkat kelas atas tersebut tetap berada di level tertinggi industri teknologi global.
Berdasarkan data terbaru dari lembaga riset UBI Research, dua raksasa elektronik asal Korea Selatan, Samsung Electronics dan LG Display, telah ditunjuk sebagai penyedia utama panel OLED. Samsung diprediksi akan menyuplai sekitar 146 juta unit panel, sementara LG Display akan memasok lebih dari 82 juta unit untuk memenuhi permintaan pasar yang masif.
Dominasi kedua perusahaan ini sekaligus menggeser posisi BOE Technology Group dari segmen premium. Meski sebelumnya perusahaan asal Tiongkok tersebut sempat masuk dalam rantai pasok Apple, kali ini BOE hanya akan menangani produksi untuk model non-premium karena dinilai belum mampu memenuhi kapasitas produksi dan standar kualitas yang diminta untuk seri Pro.
Panel yang dipasok oleh Samsung dan LG bukan sekadar layar biasa, melainkan menggunakan teknologi berbasis LTPO+ (Low-Temperature Polycrystalline Oxide Plus). Inovasi ini dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi penggunaan daya baterai sambil tetap mempertahankan kualitas visual yang tajam serta mendukung refresh rate adaptif hingga 120Hz.
Bagi para pengguna, penerapan teknologi LTPO+ ini menjanjikan pengalaman navigasi yang jauh lebih halus, terutama saat melakukan scrolling atau bermain game dengan grafis tinggi. Keunggulan utamanya terletak pada kemampuan layar untuk menghemat energi secara signifikan dibandingkan dengan generasi panel OLED sebelumnya.
Apple dikenal memiliki reputasi yang sangat selektif dalam mengelola rantai pasoknya, terutama untuk produk-produk yang menyasar segmen harga tinggi. Keputusan untuk memusatkan produksi pada Samsung dan LG menunjukkan bahwa konsistensi kualitas dan kesiapan kapasitas produksi menjadi harga mati bagi perusahaan yang bermarkas di Cupertino tersebut.
Tersingkirnya BOE dari lini produksi iPhone 18 Pro mempertegas adanya jarak teknologi yang masih harus dikejar oleh produsen panel asal Tiongkok di kategori premium. Meskipun demikian, persaingan antar-produsen ini justru menguntungkan konsumen karena memacu inovasi layar yang lebih canggih di masa depan.
Ketergantungan Apple pada pemasok asal Korea Selatan ini juga diprediksi akan membuat dinamika pasar panel OLED dunia semakin kompetitif. Dengan hadirnya iPhone 18 Pro nanti, standar kualitas layar pada smartphone premium dipastikan akan kembali mengalami lonjakan signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
5
















































