Salah satu pedagang menjual cabai rawit merah di Pasar Bantul, Selasa (7/11/2023)(Harian Jogja - Lugas Subarkah)
Harianjogja.com, SLEMAN— Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman memastikan stok bahan pokok di Kabupaten Sleman aman hingga masa pasca-Lebaran. Kepastian ini didasarkan pada hasil pemantauan intensif terhadap pasokan komoditas di tingkat pedagang besar, pasar rakyat, hingga distributor.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman, Dwi Wulandari, mengatakan sejumlah komoditas utama dipastikan mampu memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang hingga setelah Hari Raya.
“Berdasarkan data stok bahan pokok pada Februari 2026 pedagang besar di pasar di Sleman, ketersediaan sejumlah komoditas utama di wilayah Sleman dalam kondisi cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pasca-Lebaran,” kata Wulandari, Selasa (10/3/2026).
Stok Dipantau di Delapan Pasar
Pemantauan dilakukan melalui sampling di delapan pasar utama, yakni Pasar Prambanan, Pakem, Gentan, Tempel, Pasar Sleman, Cebongan, Godean, dan Gamping.
Pemerintah Kabupaten Sleman menilai jumlah stok yang tersedia cukup untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Lebaran.
Harga Mayoritas Stabil
Pada minggu pertama Maret 2026, sebagian besar harga komoditas pokok seperti beras, gula pasir kemasan, dan daging sapi tercatat stabil dibandingkan pekan sebelumnya.
Meski demikian, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, di antaranya cabai rawit merah naik 5,76% dan gula pasir curah meningkat 1,77%.
Sebaliknya, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Cabai merah besar turun 8,74%, sementara telur ayam ras turun 3,49% dari Rp30.205 per kilogram menjadi Rp29.150 per kilogram.
Pasar Murah dan Operasi Pasar
Untuk menjaga keterjangkauan harga menjelang Lebaran, Disperindag Sleman menyiapkan sejumlah langkah antisipatif.
“Kami melaksanakan pasar murah di 16 titik lokasi di Kabupaten Sleman sepanjang bulan Maret 2026 serta operasi pasar untuk komoditas gula pasir sebanyak 9 ton,” kata Wulan kepada wartawan di Rumah Dinas Bupati Sleman.
Selain itu, pengawasan terhadap kelayakan produk juga diperketat guna mencegah peredaran barang rusak, kedaluwarsa, maupun pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan boraks.
Pedagang juga diimbau tidak melakukan penimbunan barang. Sementara masyarakat diminta berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan agar distribusi bahan pokok tetap merata.
Pedagang Optimistis Kunjungan Naik
Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Induk Godean, Eni Yuliyanti, mengatakan pedagang optimistis jumlah pengunjung pasar akan meningkat menjelang libur panjang Lebaran.
“Terbukti juga melalui pengamatan kami kunjungan di Pasar Induk Godean banyak yang berasal dari luar Kapanewon Godean. Soalnya setiap beli di lapak, saya tanya sekalian datang dari mana,” kata Eni.
Menurutnya, sejumlah pedagang telah menambah stok barang untuk mengantisipasi lonjakan pembeli.
“Kami juga sudah menambah modal dan menumpuk dagangan. Lapak saya sendiri ada di lantai dua. Pelayanan tentu harus memuaskan. Saya antar dagangan pembeli sampai ke tempat parkir. Lagi pula parkirnya agak jauh,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

5 hours ago
1

















































