Para karyawan Taru Martani menerima Tunjangan Hari Raya (THR) lebih awal pada Senin (2/3 - 2026). Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Komitmen kepedulian terhadap karyawan kembali ditegaskan PT Taru Martani. Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, perusahaan cerutu legendaris ini mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) lebih awal, yakni pada Senin (2/3/2026).
Direktur Utama PT Taru Martani, Widayat Joko Priyanto, mengatakan percepatan pencairan THR dilakukan agar karyawan dapat menyambut Lebaran dengan lebih tenang sekaligus menjaga semangat kerja selama Ramadan.
“Harapannya setelah menerima THR, karyawan bisa merayakan Idulfitri 1447 Hijriah dengan tenang dan penuh kebahagiaan,” ujarnya saat acara buka bersama media di Lounge Taru Martani, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, pencairan lebih awal juga berdampak positif pada perputaran ekonomi daerah karena daya beli masyarakat meningkat menjelang hari raya.
“Dengan dicairkannya THR lebih awal, ekonomi daerah ikut bergerak karena biasanya karyawan akan berbelanja,” imbuhnya.
Pastikan Hak Karyawan Tetap Terpenuhi
Manajemen juga memastikan seluruh hak karyawan tetap diberikan, termasuk bagi pegawai yang sedang sakit berkepanjangan.
Widayat mengungkapkan, pihaknya telah melakukan kunjungan kedua kepada salah satu karyawan, Ibu Yatinah, yang telah menjalani perawatan selama kurang lebih 10 bulan.
“Meski tidak masuk kantor karena sakit, beliau tetap mendapatkan haknya sesuai regulasi. Ini bagian dari komitmen perusahaan untuk tetap hadir bagi karyawan,” tegasnya.
Santunan Anak Yatim hingga Bagi Takjil
Momentum Ramadan turut dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas internal dan kepedulian sosial. Pada 2 Maret 2026, Taru Martani menggelar buka puasa bersama karyawan sekaligus memberikan santunan kepada 41 anak yatim piatu.
Pekan ini, perusahaan juga akan membagikan takjil gratis di dua titik strategis Kota Yogyakarta, yakni di Stasiun Lempuyangan pada 8 Maret dan kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada 9 Maret 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi sosial perusahaan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Tambah Stok 50 Persen untuk Bazaar Murah
Sebagai anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY, Taru Martani juga aktif menggelar bazaar kebutuhan pokok murah. Memasuki Ramadan hingga menjelang Lebaran, perusahaan menambah stok hingga 50 persen untuk komoditas tertentu seperti beras, minyak goreng, bawang putih, cabai, dan bawang merah.
Selain itu, tersedia tambahan susu sapi dari peternakan yang mulai dikembangkan sejak September 2025 di Ngipiksari, Hargobinangun, Pakem, Sleman, dengan 10 ekor bibit unggul.
Bazaar telah digelar di Pasar Pandak Bantul bekerja sama dengan Diaperisag DIY serta di Kejati DIY pada 3 Maret 2026. Selanjutnya, kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung pada 5 dan 10 Maret di wilayah Kota Jogja dan Polda DIY.
“Menjelang Lebaran kami selenggarakan bazaar kebutuhan pokok murah untuk warga, terutama di tingkat kabupaten dan kota. Ini upaya membantu masyarakat agar tetap bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelas Widayat.
Kinerja Positif dan Ekspansi 2026
Pasca-Idulfitri, Taru Martani telah menjadwalkan agenda Halalbihalal pada 27 Maret 2026 sebagai momentum mempererat hubungan manajemen dan karyawan.
Dari sisi kinerja, laporan keuangan 2025 yang telah diaudit mencatat opini wajar dalam semua hal yang material dengan laba signifikan.
Pada 2026, Taru Martani juga berencana membuka dua restoran baru, yakni di sisi timur area Taru Martani dengan panggung pagelaran seni budaya serta di Jalan Tunjung dengan konsep healthy food.
“Harapannya setelah Idulfitri, semangat dan budaya kerja meningkat sehingga PT Taru Martani yang kita cintai ini semakin maju,” pungkasnya.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan komitmen perusahaan tidak hanya dalam menjaga kinerja bisnis, tetapi juga membangun budaya kerja yang humanis dan peduli terhadap masyarakat sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

6 hours ago
2

















































