Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua - Shadati
Harianjogja.com, JOGJA — Pemerintah China mengambil langkah diplomatik untuk meredam ketegangan yang meningkat di Timur Tengah. Beijing resmi mengutus diplomat senior, Zhai Jun, guna menjalankan misi diplomasi di tengah konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, mengonfirmasi bahwa Zhai Jun sebagai utusan khusus urusan Timur Tengah akan segera mengunjungi sejumlah negara di kawasan tersebut.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya aktif China untuk menjaga stabilitas keamanan regional.
"Zhai Jun akan melakukan perjalanan ke Timur Tengah dalam waktu dekat dan secara aktif berupaya membantu meredakan ketegangan," ujar Mao Ning dalam pengarahan rutin di Beijing, seperti dikutip dari AP News, Kamis (5/3/2026).
Diplomasi Intensif Beijing
Menurut Mao Ning, pengiriman utusan khusus ini merupakan kelanjutan dari upaya diplomasi yang telah dilakukan Beijing sejak konflik kembali memanas.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, telah melakukan komunikasi dengan sejumlah negara melalui sambungan telepon.
Wang Yi diketahui berbicara dengan pejabat tinggi dari tujuh negara, yakni Rusia, Iran, Oman, Prancis, Israel, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Dalam komunikasi tersebut, Wang Yi menyampaikan pesan yang sama kepada seluruh pihak, yakni pentingnya menghentikan operasi militer dan kembali menempuh jalur diplomasi.
"Operasi militer harus segera dihentikan dan semua pihak perlu kembali ke dialog serta negosiasi secepat mungkin untuk mencegah meningkatnya ketegangan dan meluasnya konflik," kata Mao Ning mengutip pernyataan Wang Yi.
Stabilitas Timur Tengah Jadi Kepentingan Strategis
Keseriusan China dalam mendorong de-eskalasi konflik juga berkaitan dengan kepentingan strategis negara tersebut di kawasan Teluk. Sebagai salah satu konsumen energi terbesar dunia, China sangat bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah.
Selain itu, Beijing sebelumnya juga mencatat keberhasilan diplomatik ketika memediasi pemulihan hubungan antara Iran dan Arab Saudi pada 2023.
Keberhasilan tersebut memperkuat posisi China sebagai mediator yang dinilai memiliki pengaruh di kawasan dan relatif diterima oleh berbagai pihak.
Kunjungan Zhai Jun ke Timur Tengah kali ini dipandang sebagai ujian bagi diplomasi China untuk mendorong pihak-pihak yang bertikai kembali ke meja perundingan sebelum konflik berkembang menjadi perang terbuka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

1 hour ago
2

















































