Harianjogja.com, SLEMAN — Dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan warga di wilayah Mlati kini memasuki tahap penyelidikan medis. Dinas Kesehatan Sleman bergerak cepat dengan mengirimkan sampel makanan ke laboratorium guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Kasus ini terjadi di Dusun Toragan, Kalurahan Tlogoadi, dengan total sementara 28 warga mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi hidangan dari sebuah acara. Sampel makanan berupa ayam panggang serta sambal goreng krecek lengkap dengan jeroan telah dikirim ke Balai Labkesmas Yogyakarta untuk diuji lebih lanjut.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, menyebut langkah ini penting untuk mengidentifikasi sumber kontaminasi.
“Selain makanan, kami juga mengirim sampel feses dari salah satu pasien untuk pemeriksaan laboratorium,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Puluhan Warga Alami Gejala Serupa
Berdasarkan data terbaru hingga Senin siang, seluruh korban mengalami gejala yang hampir seragam, seperti sakit perut, mual, diare, pusing, hingga demam. Meski demikian, kondisi korban relatif stabil.
Sebaran penanganan medis dilakukan di beberapa titik, yakni satu orang dirawat di Puskesmas Mlati II, tujuh orang menjalani pemeriksaan di RSA UGMz 20 orang ditangani di posko darurat di lokasi kejadian.
Seluruh pasien saat ini menjalani rawat jalan dan belum ada yang memerlukan perawatan inap.
Diduga Berasal dari Konsumsi Massal
Insiden ini diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dalam sebuah acara yang dihadiri ratusan warga. Dari sekitar 250 undangan, tercatat 110 orang hadir langsung di lokasi.
Tak hanya itu, makanan juga didistribusikan dalam bentuk nasi boks kepada berbagai pihak, termasuk warga sekitar, petugas keamanan, hingga kegiatan masyarakat lainnya. Setidaknya 70 paket makanan turut dibagikan ke yayasan dan warga di luar lokasi acara.
Distribusi yang luas ini membuat potensi paparan menjadi lebih besar, sehingga penelusuran sumber keracunan menjadi prioritas utama.
Menunggu Hasil Laboratorium
Hingga saat ini, Dinas Kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah keracunan disebabkan oleh bakteri, virus, atau faktor lain seperti kebersihan makanan.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengolah dan mengonsumsi makanan, terutama dalam kegiatan berskala besar.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya standar higienitas dalam penyajian makanan massal guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

6 hours ago
10

















































