Portal Jembatan Lodji Dipasang, Pemkot Pekalongan Jaga Cagar Budaya

4 hours ago 1

Portal Jembatan Lodji Dipasang, Pemkot Pekalongan Jaga Cagar Budaya

Pemkot Pekalongan kembali memasang portal Jembatan Lodji Lama untuk melindungi cagar budaya dan mencegah kerusakan akibat kendaraan berat. /Pekalongankota.

Harianjogja.com, PEKALONGAN—Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan kembali memperkuat perlindungan Jembatan Lodji Lama dengan memasang ulang portal di kedua sisi jembatan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelestarian cagar budaya sekaligus mencegah kerusakan struktur akibat kendaraan bertonase besar yang melintas.

Pemasangan portal tersebut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan setelah sejumlah portal yang sebelumnya terpasang di sisi utara dan selatan jembatan dilaporkan roboh atau terlepas. Berdasarkan hasil pemantauan, portal telah kembali terpasang sejak awal pekan lalu guna memastikan fungsi perlindungannya tetap berjalan optimal.

Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Romy Yulianto, menjelaskan bahwa selain memasang kembali portal, pihaknya juga tengah menyelesaikan pekerjaan perbaikan konstruksi di kawasan sekitar Jembatan Lodji Lama.

Saat ini, beton pada struktur bagian bawah jembatan masih berada dalam tahap pengerasan. Karena itu, masyarakat diminta bersabar dan tidak memaksakan diri melintas di area yang masih ditutup sementara. Penutupan tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas hasil pekerjaan agar tidak mengalami kerusakan sebelum beton mencapai usia pengerasan yang memadai.

“Kami mohon masyarakat bersabar. Beton masih membutuhkan waktu untuk mengeras. Setelah cukup umur, baru akan dilakukan pengaspalan ulang pada bagian sambungan atau expansion joint,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Menurut Romy, keberadaan portal memiliki peran penting dalam membatasi jenis kendaraan yang dapat melintasi Jembatan Lodji Lama. Sebagai jembatan peninggalan era kolonial Belanda yang memiliki nilai sejarah tinggi, struktur bangunan perlu dijaga dari risiko kerusakan akibat beban kendaraan berukuran besar.

Dengan adanya portal, akses jembatan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki, pesepeda, pengendara sepeda motor, serta kendaraan ringan tertentu. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan fungsi Jembatan Lodji Lama sebagai salah satu ikon heritage Kota Pekalongan yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

"Dengan adanya portal, akses jembatan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki, pesepeda, sepeda motor, serta kendaraan ringan tertentu. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelestarian Jembatan Lodji sebagai salah satu ikon heritage Kota Pekalongan agar tetap aman dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang," terangnya.

DPUPR Kota Pekalongan juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga fasilitas yang telah dipasang. Dukungan warga dinilai penting agar portal yang berfungsi melindungi aset cagar budaya tersebut tidak kembali dirusak atau dilepas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain perlindungan fisik terhadap Jembatan Lodji Lama, penataan kawasan di sekitar jembatan juga menjadi perhatian pemerintah. Aktivitas pedagang yang memanfaatkan badan jembatan dinilai perlu ditata lebih baik agar fungsi jalan, kenyamanan pengguna, dan upaya pelestarian cagar budaya dapat berjalan beriringan.

"Selain itu, penataan kawasan sekitar jembatan, termasuk aktivitas pedagang yang memanfaatkan badan jembatan, juga dinilai perlu mendapat perhatian agar fungsi dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news