
Ilustrasi suhu dingin - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di seluruh wilayah DIY pada Kamis (23/7/2026) didominasi kondisi cerah. Meski tidak ada potensi hujan, masyarakat diminta tetap mewaspadai perbedaan suhu yang cukup signifikan antara siang dan malam hari, terutama munculnya fenomena bediding yang umum terjadi saat musim kemarau.
Cuaca cerah diperkirakan berlangsung di seluruh kabupaten dan kota di DIY dengan suhu udara maksimum mencapai 31 derajat Celsius pada siang hari. Sementara itu, suhu minimum berada di kisaran 21–22 derajat Celsius, sehingga udara diperkirakan terasa lebih dingin saat malam hingga dini hari.
Prakiraan Cuaca DIY Kamis 23 Juli 2026
Berdasarkan prakiraan BMKG, berikut kondisi cuaca di lima kabupaten/kota di DIY:
1. Kota Jogja: Cerah, suhu 22–31°C, kelembapan 52–88%.
2. Sleman: Cerah, suhu 21–31°C, kelembapan 56–87%.
3. Bantul: Cerah, suhu 21–31°C, kelembapan 57–92%.
4. Kulonprogo: Cerah, suhu 21–31°C, kelembapan 61–90%.
5. Gunungkidul: Cerah, suhu 22–31°C, kelembapan 57–81%.
Musim Kemarau Picu Fenomena Bediding
Kondisi cuaca cerah yang merata di seluruh wilayah DIY menunjukkan wilayah ini masih berada pada periode musim kemarau. Saat siang hari, suhu udara yang mencapai 31 derajat Celsius dengan kelembapan yang menurun membuat cuaca terasa cukup panas.
Sebaliknya, pada malam hingga dini hari suhu turun hingga kisaran 21–22 derajat Celsius. Perbedaan suhu tersebut memunculkan fenomena bediding, yakni udara yang terasa lebih dingin pada malam dan pagi hari meski siangnya berlangsung terik.
Dampak Cuaca Cerah yang Perlu Diwaspadai
Selain mendukung aktivitas luar ruangan, kondisi cuaca pada musim kemarau juga membawa sejumlah potensi risiko yang perlu diantisipasi masyarakat.
Pertama, paparan sinar matahari dan radiasi ultraviolet (UV) yang tinggi pada siang hari dapat meningkatkan risiko dehidrasi sekaligus membuat kulit lebih mudah kering.
Kedua, perubahan suhu yang cukup tajam antara siang dan malam berpotensi memengaruhi daya tahan tubuh sehingga meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, seperti flu, batuk, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Selain itu, kelembapan udara yang relatif rendah serta vegetasi yang mulai mengering juga dapat meningkatkan potensi kebakaran lahan, terutama di area semak belukar maupun lahan kosong.
Imbauan untuk Masyarakat
Agar tetap nyaman dan sehat selama beraktivitas, masyarakat diimbau memperhatikan sejumlah langkah berikut:
1. Mencukupi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi air putih minimal 2 liter per hari untuk mengurangi risiko dehidrasi.
2. Menggunakan pelindung dari sinar matahari, seperti sunscreen, topi, payung, atau kacamata hitam ketika beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
3. Mengenakan jaket atau pakaian hangat saat malam hingga dini hari, terutama bagi pengguna sepeda motor, mengingat suhu udara dapat turun hingga 21 derajat Celsius.
4. Tidak membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan di kawasan lahan kering guna mengurangi risiko kebakaran.
5. Masyarakat juga disarankan terus memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG apabila terjadi perubahan kondisi atmosfer selama musim kemarau berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

1 hour ago
2

















































