Newswire Senin, 24 Agustus 2026 11:47 WIB

Sejumlah kapal nelayan dilaporkan rusak akibat diterjang gelombang tinggi pada Selasa (11//8/2026) pagi. Masyarakat di pesisir selatan diimbau waspada terhadap puncak gelombang yang diperkirakan terjadi sampai Kamis dan Jumat mendatang. Dokumentasi Istimewa.
Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai gelombang laut hingga 2,5 meter di sejumlah perairan utara Indonesia. Kondisi tersebut dipicu secara tidak langsung oleh Siklon Tropis ATSANI yang tumbuh di Samudra Pasifik utara Papua.
Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani mengatakan Siklon Tropis ATSANI berkembang dari Bibit Siklon Tropis 97W. Sistem tersebut telah mencapai intensitas siklon tropis di wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta.
"Saat ini, ATSANI berada di Samudra Pasifik Utara Papua dan diprakirakan bergerak ke arah utara-timur laut dengan intensitas menurun dalam 24 jam ke depan dengan kategori Low," kata Ida di Jakarta, Senin.
Perairan yang Berpotensi Mengalami Gelombang Tinggi
Tim Direktorat Meteorologi BMKG mengonfirmasi keberadaan Siklon Tropis ATSANI memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi laut di wilayah utara Indonesia.
Dampaknya berupa peningkatan tinggi gelombang laut kategori sedang (Moderate Sea) dengan kisaran 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir serta pelaku pelayaran. BMKG mengingatkan potensi cuaca yang menyertai dinamika atmosfer tersebut.
Masyarakat Diminta Pantau Informasi BMKG
Ida meminta masyarakat di wilayah terdampak meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Imbauan tersebut juga ditujukan kepada pelaku aktivitas pelayaran agar mempertimbangkan kondisi cuaca dan laut dalam menjalankan kegiatannya.
BMKG meminta masyarakat secara rutin memantau pembaruan informasi cuaca resmi. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi risiko keselamatan akibat perkembangan dinamika atmosfer dan dampak tidak langsung Siklon Tropis ATSANI.
Perlindungan kerja merupakan fondasi utama dalam menjamin keselamatan, kesehatan, serta kesejahteraan fisik dan mental para pekerja di lingkungan tugasnya.
Penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ketat tidak hanya menghindarkan risiko kecelakaan atau penyakit akibat kerja, tetapi juga memberikan rasa aman yang berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan loyalitas tenaga kerja.
Lebih dari sekadar pemenuhan hak asasi manusia dan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, sistem perlindungan kerja yang solid menjadi investasi strategis bagi perusahaan untuk membangun keberlanjutan bisnis serta menciptakan iklim industri yang sehat dan berkeadilan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
2
















































