Newswire Senin, 24 Agustus 2026 13:07 WIB

Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Antara/HO-BPMI\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026), untuk meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan hingga tuntas. Presiden juga ingin memastikan upaya pencegahan diperkuat agar kebakaran tidak terus berulang setiap musim kemarau.
Sebelumnya, Prabowo telah memimpin penanganan karhutla di Kalimantan. Kini, dia turun langsung ke Sumatra untuk melihat kondisi di lapangan.
"Bapak Presiden ingin memastikan penanganan berjalan sampai tuntas, tidak hanya menerima laporan, tetapi melihat dan mendengar langsung sendiri kondisi di lapangan, memastikan titik api benar-benar padam, dan seluruh keputusan yang telah diambil dilaksanakan dengan cepat, terpadu, dan tepat," ujar Teddy dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Menurut Teddy, perhatian Presiden tidak hanya tertuju pada proses pemadaman. Prabowo juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mencegah munculnya kebakaran baru.
Koordinasi tersebut, kata Teddy, perlu diperkuat terutama antara gubernur, panglima komando daerah militer (Pangdam), dan kepala kepolisian daerah (Kapolda).
Prabowo Minta Sistem Pencegahan Diperkuat
Prabowo meminta pemerintah membangun sistem pencegahan karhutla yang lebih kuat dan permanen. Langkah tersebut diperlukan agar pemerintah tidak terus menghadapi persoalan kebakaran yang sama setiap musim kemarau.
"Arahan Bapak Presiden sudah jelas, bahwa kita tidak boleh setiap tahun hanya sibuk memadamkan api. Sistem pencegahannya harus diperkuat. Mulai dari sumur bor dan embung atau sumber air, pengawasan permanen, deteksi dini hotspot hingga kesiapan desa-desa rawan karhutla. Pencegahan harus dilakukan jauh sebelum api muncul," kata Teddy.
Selain memperkuat pencegahan, pemerintah akan mengevaluasi secara menyeluruh penyebab kebakaran yang terjadi.
Evaluasi tersebut juga mencakup kemungkinan adanya pelanggaran hukum dalam kasus karhutla. Jika ditemukan unsur pelanggaran, pemerintah memastikan tindakan tegas akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kunjungan ke Riau tersebut, Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
2
















































