Gunung Anak Krakatau Enam Kali Erupsi, Warga Diminta Menjauh

1 hour ago 2

Newswire

Newswire Senin, 24 Agustus 2026 13:47 WIB

Gunung Anak Krakatau Enam Kali Erupsi, Warga Diminta Menjauh

Gunung Anak Krakatau di Lampung meletus dan melontarkan abu vulkanik setinggi 250 meter di atas puncak, Senin (24/8/2026) (Antara/HO-Badan Geologi)

Harianjogja.com, JAKARTA— Gunung Anak Krakatau di Lampung mengalami enam kali erupsi beruntun pada Senin pagi hingga siang. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kolom abu vulkanik yang dimuntahkan mencapai ketinggian 250 meter di atas puncak.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan rangkaian letusan tersebut tercatat mulai pukul 09.41 WIB hingga 11.22 WIB.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut," kata dia.

Enam Erupsi Tercatat dalam Kurang dari Dua Jam

Erupsi pertama Gunung Anak Krakatau terjadi pada pukul 09.41 WIB. Kolom abu mencapai 250 meter dengan amplitudo maksimum 52 milimeter dan berlangsung selama 1 menit 17 detik.

Dua menit berselang, erupsi kedua terjadi pada pukul 09.43 WIB. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu setinggi 250 meter dengan amplitudo 49 milimeter dan durasi 25 detik.

Erupsi ketiga terekam pada pukul 10.11 WIB dengan tinggi kolom abu 200 meter dan amplitudo 53 milimeter.

Selanjutnya, erupsi keempat terjadi pada pukul 10.24 WIB dengan kolom abu setinggi 250 meter. Letusan kelima kemudian tercatat pada pukul 10.48 WIB dengan tinggi kolom abu yang juga mencapai 250 meter.

Rangkaian tersebut berlanjut pada pukul 11.22 WIB. Erupsi keenam meluncurkan kolom abu setinggi 200 meter di atas puncak atau 357 meter di atas permukaan laut, dengan amplitudo maksimum 51 milimeter dan durasi 20 detik.

"Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," kata Lana menegaskan.

Gunung Anak Krakatau Masih Level III Siaga

Badan Geologi menyatakan Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diimbau tidak mendekati gunung api tersebut.

Badan Geologi juga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

 Erupsi 9 Kali pada Sabtu

Aktivitas Gunung Anak Krakatau juga terpantau meningkat pada Sabtu (22/8/2026). PVMBG mencatat sembilan kali letusan dari kawah Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Erupsi tersebut memiliki ketinggian yang bervariasi, yakni 200 hingga 400 meter, dan tercatat sejak pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Suwarno, Sabtu, mengatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bersifat fluktuatif sehingga potensi erupsi susulan masih dapat terjadi.

“Gunung Anak Krakatau teramati 9 kali letusan dengan tinggi 200-400 meter. Asap berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas tebal,” ujar dia.

Menurut Suwarno, peningkatan aktivitas vulkanik tersebut terus dipantau secara intensif. Pemantauan dilakukan melalui pengamatan visual maupun instrumental untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung api secara berkelanjutan.

“Erupsi itu terekam di Tremor Menerus (Microtremor) dengan amplitudo 2-47 milimeter dan durasi 7 hingga 1.590 detik,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news