Iran Ultimatum AS: Selat Hormuz Bisa Ditutup Jika Perang Ekonomi Berlanjut

2 hours ago 2

Newswire

Newswire Senin, 24 Agustus 2026 13:17 WIB

 Selat Hormuz Bisa Ditutup Jika Perang Ekonomi Berlanjut

Kapal-kapal komersial dan tanker minyak yang bersiap melintasi Selat Hormuz—salah satu jalur perairan strategis paling krusial bagi arus perdagangan global—masih menunggu di Teluk Oman pada 17 Juni 2026. Antara/Shady Alassar - Andolu Agency

Harianjogja.com, MOSKOW— Iran mengancam akan memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz apabila Amerika Serikat melanjutkan perang ekonomi terhadap Teheran. Ancaman tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei, Ahad.

Mohsen Rezaei menegaskan bahwa Iran tidak hanya akan menghentikan ekspor minyak melalui Selat Hormuz, tetapi juga dari seluruh kawasan Teluk Persia apabila tekanan ekonomi Amerika Serikat terus berlangsung.

"Jika perang ekonomi terus berlanjut, tidak akan ada setetes minyak pun yang diekspor, baik melalui Selat Hormuz atau dari mana pun di Teluk Persia. Iran akan menganggap partisipasi atau dukungan negara manapun terhadap perang ekonomi Amerika terhadap rakyat Iran sebagai tindakan perang," ujar pejabat tersebut di X.

AS Mulai Operasi Ekonomi terhadap Iran

Ancaman Iran itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan dimulainya operasi ekonomi terhadap Iran.

Trump menyebut operasi tersebut sebagai "isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan menyerukan negara-negara sekutu untuk bergabung dengan AS.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan negaranya kini telah memasuki tahap akhir konflik dengan Iran setelah peluncuran operasi ekonomi oleh AS terhadap Iran.

Bessent akan memaparkan rincian langkah-langkah ekonomi tersebut dalam konferensi pers pada Senin.

"Presiden Donald Trump dan kekuatan militer kami yang luar biasa telah secara signifikan melumpuhkan kemampuan militer Iran dan melemahkan program nuklirnya. Kini, kami memasuki tahap akhir. Saat fajar menyingsing akan dimulai 'Hari-H' ekonomi, serangan finansial terbesar yang pernah dilancarkan terhadap seorang musuh," kata Bessent dalam sebuah artikel opini di Financial Times.

Ketegangan AS-Iran Sejak 28 Februari

Ketegangan antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan menyerang pihak lawan.

Pada Maret, AS dan Israel menyerang sasaran di ladang gas South Pars serta kawasan industri Assaluyeh di Iran selatan.

Juni lalu, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan. Namun, tidak lama kemudian, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.

Konflik tersebut hingga kini belum terselesaikan. Meski demikian, kedua pihak tidak sedang bertempur secara langsung, sementara AS mengandalkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Trump Tetap Buka Opsi Militer

Presiden AS Donald Trump mengumumkan peluncuran operasi ekonomi terhadap Iran pada Kamis (20/8) dan menyebutnya sebagai isolasi pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia juga menyerukan agar negara sekutu ikut bergabung dengan AS.

Namun, Trump mengatakan peralihan Washington ke strategi perang ekonomi terhadap Teheran tidak berarti AS mengesampingkan opsi militer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news