PADANG, KLIKPOSITIF – Politeknik Negeri Padang (PNP) menggelar seleksi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk penerimaan mahasiswa baru kelas kerja sama dengan PT Trakindo Utama pada Program Studi D3 Teknik Alat Berat, Sabtu (13/6/2026).
Seleksi yang berlangsung di laboratorium komputer kampus vokasi tersebut diikuti oleh 285 peserta. Mereka memperebutkan 18 kursi yang tersedia pada kelas kerja sama antara PNP dan PT Trakindo Utama untuk Tahun Akademik 2026/2027.
Wakil Direktur I Bidang Akademik PNP, Nurul Fauzi, mengatakan bahwa kelas kerja sama antara PNP dan PT Trakindo Utama tahun ini akan menampung sebanyak 24 mahasiswa. Namun, dari jumlah tersebut hanya 18 mahasiswa yang direkrut melalui seleksi yang diselenggarakan di PNP.
“Yang diterima melalui seleksi ini sebanyak 18 orang. Sementara enam orang lainnya direkrut langsung oleh PT Trakindo Utama dari sejumlah SMK di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Nurul Fauzi usai meninjau pelaksanaan UTBK.
Menurut Nurul, kerja sama antara PNP dan PT Trakindo Utama bukanlah program baru. Kemitraan strategis tersebut telah berjalan sejak tahun 2008 dan terus berlanjut hingga saat ini.
“Kerja sama yang hampir dua dekade ini, tentunya menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan perusahaan terhadap kualitas pendidikan vokasi yang diberikan PNP. Ini, juga sebuah kebanggaan bagi kami di PNP,” ujarnya.
Ia menilai, keberhasilan kerja sama tersebut tidak hanya terlihat dari keberlangsungan program, tetapi juga dari keterlibatan aktif pihak industri dalam proses pembelajaran mahasiswa. Dalam kelas kerja sama ini, PT Trakindo Utama turut mengirimkan tenaga praktisi untuk menjadi pengajar.
“Kami tidak hanya mengandalkan dosen dari kampus. Ada tiga dosen praktisi dari PT Trakindo Utama yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran, termasuk Kepala Workshop perusahaan tersebut. Ini menjadi nilai tambah karena mahasiswa mendapatkan pengalaman dan wawasan langsung dari dunia industri,” katanya.
Kehadiran praktisi industri dalam proses pembelajaran dinilai mampu memperkuat kompetensi mahasiswa, terutama dalam penguasaan keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. “Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki kemampuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang siap diterapkan di lapangan,” tuturnya.
Selain membuka kelas kerja sama, Nurul juga menyampaikan bahwa PNP juga terus meningkatkan kapasitas penerimaan mahasiswa pada Program Studi D3 Teknik Alat Berat. Tahun ini, kata dia, PNP menambah jumlah kelas reguler dari dua kelas menjadi tiga kelas.
Penambahan kapasitas tersebut dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya minat masyarakat untuk menempuh pendidikan di bidang alat berat. “Setiap tahun, jumlah pendaftar pada program studi ini terus mengalami peningkatan,” bebernya.
Tingginya animo masyarakat menurut Nurul, tidak terlepas dari besarnya peluang kerja yang tersedia bagi lulusan Teknik Alat Berat. Industri alat berat, pertambangan, konstruksi, energi, hingga sektor perkebunan membutuhkan tenaga kerja terampil yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
“Peminatnya sangat tinggi dan terus meningkat setiap tahun. Menurut kami, hal itu tidak terlepas dari tingginya serapan lulusan oleh dunia industri. Banyak perusahaan yang sudah merekrut mahasiswa sebelum mereka menyelesaikan pendidikan atau sebelum diwisuda,” ujarnya.
Bahkan, lanjut Nurul, masa tunggu kerja lulusan Program Studi D3 Teknik Alat Berat dapat dikatakan hampir tidak ada. Kondisi ini menjadi salah satu indikator kuat bahwa kebutuhan industri terhadap tenaga kerja di bidang alat berat masih sangat tinggi.
“Masa tunggu kerja lulusan bisa dikatakan nol hari. Banyak perusahaan yang sudah menampung mereka sebelum wisuda. Ini menjadi salah satu alasan mengapa program studi ini terus diminati,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru PNP Tahun Akademik 2026/2027, Ronal Hadi, menjelaskan bahwa seleksi penerimaan mahasiswa baru kelas kerja sama dengan PT Trakindo Utama ini dilakukan melalui lima tahapan yang seluruh prosesnya dilaksanakan di lingkungan PNP.
Tahapan pertama adalah UTBK yang saat ini tengah berlangsung. Menariknya, soal-soal yang digunakan dalam seleksi tersebut disusun langsung oleh PT Trakindo Utama sebagai mitra industri. Dengan demikian, proses seleksi benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan dan standar kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.
Setelah UTBK, peserta yang lolos akan mengikuti tes buta warna yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2026. Tes ini menjadi salah satu persyaratan penting mengingat bidang pekerjaan alat berat membutuhkan ketelitian tinggi dalam mengidentifikasi warna dan indikator keselamatan kerja.
Kemudian tahap berikutnya adalah tes Smart Technical yang bertujuan mengukur kemampuan dasar dan pengetahuan teknis peserta terkait bidang alat berat dan teknik. “Tes tersebut akan dilaksanakan di Gedung SBSN PNP,” katanya.
Tahap keempat adalah wawancara, dan tahap terakhir berupa Tes Tincan atau technical test yang mengukur kemampuan peserta merakit alat sesuai gambar kerja. Tes ini juga dilaksanakan di Gedung SBSN PNP.
“Setelah seluruh tahapan seleksi selesai, pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada 17 hingga 19 Juni 2026. Sementara proses daftar ulang bagi peserta yang dinyatakan lulus dijadwalkan pada 23 Juni 2026,” kata Ronal.(*)

4 hours ago
1

















































