KLIKPOSITIF- Kisah mengharukan datang dari MTsN 10 Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat. Seorang guru honorer, Hamdani, menerima hadiah satu unit sepeda motor dari rekan-rekan gurunya setelah motor miliknya ditarik pihak dealer akibat tunggakan yang tidak mampu dibayar.
Selama lima tahun mengabdi sebagai guru honorer, Hamdani belum diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Bahkan, dalam setahun terakhir ia mengajar secara sukarela tanpa menerima gaji.
Kepala MTsN 10 Pesisir Selatan, Azwar Alif, mengapresiasi kepedulian keluarga besar madrasah yang bergotong royong membantu Hamdani.
“Dia memang honorer di sekolah ini. Tidak ada aturan yang membuatnya menerima gaji. Jadi selama setahun terakhir dia mengajar tanpa digaji,” ungkap Azwar Alif kepada Katasumbar, Selasa (21/7/2026).
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti alasan Hamdani yang telah lima tahun mengabdi tidak masuk dalam database PPPK karena dirinya baru beberapa bulan menjabat sebagai kepala madrasah.
“Informasi yang saya terima, beliau sempat berkeinginan menjadi pegawai dinas. Mungkin karena itu datanya tidak masuk. Namun saya tidak mengetahui secara pasti,” katanya.
Setelah motor miliknya ditarik dealer, Hamdani setiap hari berjalan kaki sekitar 6 kilometer dari Sungai Gemuruh menuju MTsN 10 Pesisir Selatan di Tigo Sungai, Inderapura. Perjalanan itu ditempuh setiap pagi usai menunaikan salat Subuh.
Melihat perjuangan tersebut, para guru berinisiatif menggalang dana melalui program Jumat Berkah. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli satu unit sepeda motor yang diserahkan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Jefrianto, disaksikan seluruh keluarga besar MTsN 10 Pesisir Selatan.
“Kami berharap bantuan ini dapat memudahkan Hamdani menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Lebih dari itu, semoga kepedulian ini semakin mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan madrasah,” tutup Azwar.

5 hours ago
5




















































