BENGKALIS, KLIKPOSITIF – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Institut Teknologi Mitra Gama (ITMG) dan Universitas Lancang Kuning (Unilak) meluncurkan aplikasi “E-Posyandu” di Posyandu Melati, Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Peluncuran “E Posyandu” bertujuan mempercepat kader Posyandu dalam entri data yang selama ini dilakukan secara konvensional sehingga memakan waktu yang cukup lama.
Program inovatif ini digagas melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi. Tim PKM diketuai oleh Dori Gusti Alex Candra, M.Kom dari ITMG, dengan anggota Juwita Azizah, MM yang juga dari ITMG, serta Roki Hardianto, M.Kom dari Universitas Lancang Kuning (Unilak).
Ketua Tim PKM, Dori Gusti Alex Candra menjelaskan, peluncuran “E Posyandu” sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan teknologi. Posyandu Melati secara khusus dipilih menjadi pilot project (percontohan) program digitalisasi ini dengan menargetkan peningkatan kompetensi 10 orang kader posyandu setempat.
“Kegiatan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026,” terangnya.
Dori menyampaikan, bahwa inovasi E-Posyandu Pinggir hadir untuk menyelesaikan kendala administrasi konvensional bersistem “5 Meja” yang selama ini membebani kader.
“Pelayanan manual mengharuskan kader merekap identitas dan data pengukuran berulang kali di berbagai buku register, yang bisa menyita waktu 15 hingga 20 menit per balita. Belum lagi saat menghitung grafik Z-Score secara manual yang rentan terjadi human error, sehingga deteksi dini stunting seringkali kurang akurat,” ungkap Dori.
Melalui dukungan dana hibah Kemdiktisaintek 2026, tim PKM mengimplementasikan aplikasi E-Posyandu Pinggir yang dibekali fitur Single Entry System untuk memangkas waktu klerikal secara drastis.
Lebih lanjut, tim juga memaparkan kecanggihan fitur Smart Calculation pada aplikasi ini. Mengadopsi kecerdasan buatan berbasis Certainty Factor, sistem mampu mendiagnosis risiko stunting secara otomatis begitu kader memasukkan data antropometri balita. Selain itu, sistem arsitektur Hybrid Offline-Online memastikan ke-10 kader Posyandu Melati tetap dapat menginput data dengan lancar meskipun berada di area blank spot sinyal internet.
Kegiatan pelatihan dan pendampingan perdana yang dilaksanakan pada 14 Agustus tersebut berjalan lancar dan disambut dengan antusiasme tinggi oleh para kader.
Melalui penetapan Posyandu Melati sebagai percontohan, tim PKM ITMG dan Unilak berharap inovasi tata kelola digital ini terbukti efektif dalam menyajikan data stunting yang valid dan real-time. Jika sukses, model digitalisasi Posyandu Melati ini diharapkan dapat direplikasi oleh posyandu-posyandu lainnya demi mewujudkan generasi Indonesia Emas yang sehat dan bebas stunting.

12 hours ago
9




















































