KLIKPOSITIF – Kurang tidur di malam hari tidak hanya membuat suasana hati memburuk keesokan harinya, tetapi juga berdampak pada berbagai aspek kesehatan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tidur berkualitas secara rutin dapat membantu meningkatkan fungsi tubuh, mulai dari kerja otak hingga pengendalian gula darah.
Dilansir dari laman WebMd, para ahli menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan tidur harian, yakni sekitar 7–8 jam per malam, guna menjaga kondisi fisik dan mental tetap optimal.
Salah satu manfaat utama tidur cukup adalah meningkatkan ketajaman otak. Tidur berperan penting dalam proses belajar dan pembentukan memori. Tanpa istirahat yang cukup, seseorang akan kesulitan berkonsentrasi dan menyerap informasi baru karena otak tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyimpan ingatan dengan baik.
Selain itu, tidur juga berpengaruh terhadap kestabilan emosi. Saat tidur, otak memproses berbagai emosi yang dialami sepanjang hari. Kurang tidur dapat memicu reaksi emosional negatif yang lebih tinggi serta meningkatkan risiko gangguan suasana hati seperti depresi dan kecemasan.
Dari sisi kesehatan jantung, tidur membantu menurunkan tekanan darah sehingga memberikan waktu istirahat bagi jantung dan pembuluh darah. Sebaliknya, kurang tidur membuat tekanan darah tetap tinggi dalam waktu lebih lama dan berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk stroke.
Tidur yang cukup juga berperan dalam meningkatkan performa fisik. Kurangnya waktu istirahat dapat menurunkan energi, memperlambat waktu reaksi, serta mengurangi motivasi dalam berolahraga, sehingga berdampak pada pencapaian performa yang kurang maksimal.
Tak hanya itu, tidur memengaruhi kestabilan kadar gula darah. Pada fase tidur dalam, kadar glukosa dalam darah menurun. Jika fase ini terganggu, tubuh akan kesulitan mengatur gula darah, yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Sistem kekebalan tubuh pun sangat bergantung pada kualitas tidur. Kurang tidur dapat melemahkan respons imun, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.
Dalam hal pengendalian berat badan, tidur cukup membantu menjaga keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar. Kurang tidur dapat meningkatkan nafsu makan serta keinginan mengonsumsi makanan tidak sehat, sekaligus menurunkan aktivitas fisik, yang berujung pada kenaikan berat badan.
Meski demikian, tidur berlebihan juga tidak disarankan. Penelitian menunjukkan bahwa tidur lebih dari 9 jam per malam secara rutin dapat berdampak negatif, seperti meningkatkan risiko gangguan pada pembuluh darah.
Dengan demikian, menjaga pola tidur yang seimbang menjadi kunci penting untuk mendukung kesehatan secara menyeluruh dan meningkatkan kualitas hidup.

2 days ago
7



















































