PADANG, KLIKPOSITIF — Kebiasaan anak yang memilih-milih makanan atau dikenal sebagai picky eater kerap menjadi kekhawatiran bagi para orang tua. Tidak sedikit yang merasa cemas ketika anak menolak sayur dan hanya ingin mengonsumsi makanan tertentu seperti nugget atau makanan favorit lainnya.
Namun, para ahli menegaskan bahwa kondisi ini sebenarnya umum terjadi, terutama pada anak usia balita. Dalam banyak kasus, fase pilih-pilih makanan ini bersifat sementara dan akan membaik seiring waktu. Dilansir dari laman WebMd, meski demikian, orang tua tetap memiliki peran penting dalam membantu anak mengembangkan pola makan yang lebih sehat dan beragam.
Fase Normal, Tapi Perlu Pendampingan
Picky eating umumnya terjadi pada anak usia dini dan bukan menjadi masalah serius. Hanya sebagian kecil, sekitar satu hingga dua persen anak, yang memerlukan penanganan medis terkait kondisi ini.
Orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis apabila anak menunjukkan tanda-tanda kekurangan nutrisi atau gangguan makan yang berkepanjangan.
Tetap Tenang Hadapi Anak
Salah satu kunci utama dalam menghadapi anak yang susah makan adalah menjaga emosi. Orang tua diimbau untuk tidak marah, membentak, atau mempermalukan anak karena hal tersebut justru dapat memperburuk situasi.
Sebaliknya, sikap sabar dan tenang akan membantu menciptakan suasana makan yang nyaman. Orang tua juga dapat memberikan contoh bahwa tidak menyukai makanan tertentu adalah hal yang wajar, selama disikapi dengan tenang tanpa reaksi berlebihan.
Hindari Memaksa dan Menyuap dengan Imbalan
Memaksa anak untuk makan atau menjadikan makanan sebagai alat negosiasi, seperti memberikan hadiah atau dessert, justru dapat menimbulkan dampak negatif. Cara ini berpotensi menciptakan tekanan, konflik keluarga, serta asosiasi buruk terhadap makanan.
Selain itu, memaksa anak makan juga dapat mengganggu kemampuan alami mereka dalam mengenali rasa lapar dan kenyang, yang penting bagi kesehatan jangka panjang.
Biasakan Makan Bersama Keluarga
Makan bersama keluarga tanpa gangguan layar seperti televisi atau ponsel menjadi salah satu cara efektif untuk membentuk kebiasaan makan sehat. Dalam momen ini, orang tua dapat menjadi contoh dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan bergizi.
Disarankan untuk menyajikan satu jenis menu yang sama untuk seluruh anggota keluarga, tanpa membuatkan menu khusus bagi anak yang pilih-pilih makanan.
Menjadwalkan waktu makan dan camilan secara teratur juga penting, sehingga anak memiliki pola makan yang konsisten.
Sajikan Makanan dengan Cara Menarik
Kreativitas dalam penyajian makanan dapat membantu menarik minat anak. Misalnya, menyusun buah dan sayur menjadi bentuk lucu, menggunakan cetakan kue untuk membuat bentuk unik, atau menambahkan saus pendamping sebagai variasi.
Memberikan kesempatan anak untuk bermain dengan makanan dalam batas wajar juga dapat membantu mereka lebih tertarik untuk mencoba.
Libatkan Anak dalam Proses
Melibatkan anak dalam memilih menu, berbelanja bahan makanan, hingga memasak dapat meningkatkan ketertarikan mereka terhadap makanan. Orang tua dapat memberikan pilihan sederhana, seperti memilih antara dua jenis sayur.
Anak juga dapat diajak melakukan aktivitas ringan seperti mengaduk, menghitung bahan, atau menyusun makanan.
Konsistensi dan Apresiasi Jadi Kunci
Anak seringkali membutuhkan beberapa kali percobaan sebelum menerima makanan baru. Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk tetap konsisten menawarkan makanan tanpa tekanan.
Ketika anak mencoba makanan baru, penting untuk memberikan apresiasi, meskipun hanya sedikit. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri anak untuk mencoba hal baru di kemudian hari.
Menuju Pola Makan Sehat
Dengan pendekatan yang tepat, sabar, dan konsisten, kebiasaan pilih-pilih makanan pada anak dapat diatasi secara bertahap. Orang tua diharapkan dapat menciptakan lingkungan makan yang positif agar anak tumbuh dengan pola makan sehat, seimbang, dan mendukung tumbuh kembang optimal.

4 hours ago
4


















































