KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memastikan akan membuka rumah jabatan (rujab) untuk masyarakat selama dua hari berturut-turut pada momen Idulfitri tahun ini.
Open house tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari pertama dan kedua Lebaran di Rumah Jabatan Wali Kota di Jalan Penghibur, Kecamatan Ujung Pandang. Warga dari berbagai kalangan dipersilakan hadir untuk bersilaturahmi langsung.
“Insyaallah saya open house di hari pertama, hari kedua di rujab,” ujar Appi, Selasa (17/3).
Ia menegaskan, tradisi open house menjadi bagian penting dalam merayakan hari kemenangan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, momen ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi ruang terbuka bagi warga untuk berinteraksi langsung dengan kepala daerah dalam suasana Lebaran yang penuh keakraban.
Selain masyarakat umum, Appi juga mengundang tokoh masyarakat, jajaran pemerintahan, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk hadir.
Appi bersama keluarga dijadwalkan melaksanakan Salat Id bersama masyarakat di Lapangan Karebosi. Ia mengajak warga, khususnya di kawasan pusat kota, untuk turut meramaikan pelaksanaan salat berjamaah tersebut.
“Insyaallah kita akan salat Id di Karebosi. Ini sudah dilakukan pembersihan, dalam waktu dekat akan di set up, dan kita berharap mudah-mudahan tidak hujan sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan salat Id di Karebosi,” katanya.
Persiapan Lapangan Karebosi sendiri telah dilakukan, mulai dari pembersihan hingga penataan area guna menampung jamaah dalam jumlah besar.
Lebih lanjut, Appi kembali mengingatkan agar tak ada pawai atau takbir keliling seperti tahun sebelumnya, namun pemerintah tetap memberikan ruang bagi Masyarkat muslim mengumandangkan takbiran.
Selaku Wali Kota, Appi mengimbau masyarakat agar melaksanakan takbiran di lingkungan masing-masing sebagai bentuk menjaga ketertiban dan keamanan kota pada malam jelang hari raya idul fitri.
“Kami mengimbau untuk takbiran di lingkungan masing-masing di tingkat kecamatan, bukan keliling di jalan raya. Ini sebagai langkah menjaga ketertiban, keamanan, serta kenyamanan masyarakat,” Appi.
Menurutnya, Pemerintah Kota tetap memberikan ruang kepada masyarakat untuk menghidupkan malam takbiran.
Namun pelaksanaannya diharapkan lebih khidmat, demi menjaga situasi kota tetap aman dan kondusif, pelaksanaan takbiran diarahkan agar dilakukan di wilayah masing-masing.
Selain larangan konvoi di jalan raya, masyarakat juga diimbau untuk tidak menyalakan petasan atau mercon yang dapat mengganggu ketenangan lingkungan serta berpotensi membahayakan keselamatan.
“Boleh takbir Baik di wilayah masing-masing, di tingkat kecamatan, kelurahan, maupun di lingkungan masjid setempat, tentu ada batasan, tanpa konvoi kendaraan di jalan umum, apalagi bunyi petasan/mercon,” tegasnya.
Selama ini, tradisi takbir keliling sering diramaikan dengan iring-iringan kendaraan hias, penggunaan petasan, hingga berbagai atraksi di jalan raya.
Appi menambahkan, malam takbiran sejatinya merupakan momen untuk memperbanyak dzikir, takbir, dan doa sebagai ungkapan rasa syukur setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.
Sehingga tahun ini, Pemerintah Kota mengajak masyarakat merayakan malam takbiran secara lebih tertib di lingkungan masing-masing, tidak menimbulkan gangguan bagi pengguna jalan maupun warga lainnya.
“Jadi, bukan dilarang takbiran, tapi tidak boleh konvoi keliling, apalagi menggunakan petasan atau knalpot yang mengganggu pengguna jalan. Kami meminta takbiran dilakukan di lingkup masing-masing kecamatan dan di masjid setempat,” tegas Appi.
Ia juga menjelaskan bahwa volume kendaraan di Kota Makassar, saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama dari masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama malam takbiran berlangsung.
Untuk memastikan kegiatan takbiran di tingkat wilayan berjalan tertib, Pemerintah Kota Makassar juga meminta camat, lurah, RT/RW, tokoh masyarakat, untuk turut mengawasi warga agar menjaga ketenteraman lingkungan pada malam takbiran.
Pemerintah Kota juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin melaksanakan kegiatan takbiran di wilayahnya masing-masing dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah kecamatan maupun aparat setempat.
Melalui imbauan ini, Pemkot Makassar berharap masyarakat dapat menyambut malam takbiran dengan penuh kekhidmatan, kebersamaan, serta menjaga suasana kota tetap aman dan kondusif, sehingga perayaan Idul Fitri dapat berlangsung tertib, nyaman, dan membawa kedamaian bagi seluruh warga Kota Makassar.
“Besar harapan masyarakat tetap dapat merayakan malam takbiran dengan penuh khidmat dan kebersamaan, sehingga perayaan Idul Fitri dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga Kota Makassar,” harapnya.


















































