ilustrasi sekolah rakyat (Dok: Ist)KabarMakassar.com — Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 19 Wajo menyiapkan skenario cadangan untuk mengantisipasi potensi keterlambatan rekrutmen guru dan tenaga kependidikan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Langkah ini dilakukan agar proses pembelajaran pada tahun ajaran baru tetap berjalan sesuai jadwal.
Kepala SRT 19 Wajo, Asri, mengatakan Kemensos saat ini masih menjalankan proses penjaringan guru dan tenaga kependidikan untuk mendukung operasional sekolah rakyat di berbagai daerah. Sementara menunggu hasil rekrutmen tersebut, pihak sekolah memilih melakukan mitigasi sejak dini.
“Kalau sekarang Kementerian Sosial juga sementara proses penjaringan penerimaan guru dan tekndiknya untuk kesiapan di sananya,” katanya, Sabtu (13/6).
Asri menjelaskan sekolah tidak ingin bergantung sepenuhnya pada proses rekrutmen pusat. Karena itu, tim manajemen dan kurikulum mulai menyusun pembagian tugas bagi guru yang sudah ada agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung.
“Jadi untuk di kami tentu kan tetap kami mitigasi semua, termasuk untuk kesiapan guru-guru. Kami sudah antisipasi ketika misalnya memang ada kendala teknis, kami sudah bagi-bagi job untuk terkait dengan proses pembelajarannya,” jelas Asri.
Menurutnya, mitigasi tidak hanya menyasar proses pembelajaran di kelas. Sekolah juga menyiapkan skenario untuk kegiatan keasramaan, pembinaan karakter, dan dukungan tenaga kependidikan lainnya.
“Begitu juga untuk kegiatan keasramaannya nanti termasuk SDM, tenaga kependidikannya itu, kami sudah mitigasi semua untuk ke sananya. Termasuk program-program persiapan nantinya CKG-nya. Kemudian terkait dengan persiapan MPLS-nya dan sebagainya. Itu kami sudah siapkan timnya di sekolah,” tegasnya.
SRT 19 Wajo saat ini memiliki 95 siswa pada jenjang SMP dan SMA. Pada tahun ajaran baru 2026/2027, sekolah akan menerima sekitar 270 siswa baru dengan penambahan jenjang SD.
Penambahan jumlah siswa tersebut membuat kebutuhan tenaga pengajar dan tenaga kependidikan meningkat signifikan. Karena itu, sekolah menilai kesiapan SDM menjadi faktor penting dalam kelancaran operasional tahun ajaran baru.
Asri mengatakan pihaknya telah berdiskusi dengan tim kurikulum untuk menyesuaikan mata pelajaran dengan sumber daya manusia yang tersedia. Penyesuaian dilakukan agar distribusi beban mengajar tetap proporsional jika rekrutmen guru baru belum sepenuhnya selesai.
“Bahkan kami sudah diskusi juga dengan tim kurikulum terkait dengan mapel mapel nanti untuk kami menyesuaikan dengan SDM yang ada nanti,” ucapnya.
Selain kesiapan guru, lanjut Asri, pihak sekolah juga mematangkan berbagai program pendukung siswa baru. Program tersebut mencakup masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), kegiatan asrama, dan pembinaan karakter.
Asri menegaskan seluruh persiapan dilakukan agar sekolah bisa langsung beroperasi ketika ada arahan resmi untuk pindah ke gedung baru dan menerima siswa baru. Menurutnya, tim sekolah sudah disiapkan untuk menjalankan seluruh program tanpa menunggu terlalu lama.
“Jadi ketika memang sudah ada arahan pindah ke sana, sudah ada siswa baru, misalnya, kita sudah bisa langsung jalan,” katanya.
Saat ini, SRT 19 Wajo masih menunggu kepastian kesiapan gedung permanen yang sedang dibangun. Sekolah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak kontraktor terkait progres pembangunan fasilitas tersebut.
Di tengah proses tersebut, sekolah memastikan fokus utama tetap pada keberlangsungan layanan pendidikan. Mitigasi SDM dan penyusunan skenario cadangan menjadi strategi utama agar transisi menuju tahun ajaran baru dapat berjalan lancar.


















































