Juru bicara fraksi MULIA Irmawati Sila (Dok: Ist).
KabarMakassar.com — Juru bicara fraksi MULIA Irmawati Sila mengapresiasi pemerintah kota Makassar atas Pengenugerahan predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya yang diraih pada tahun 2025 lalu.
Meski begitu, Srikandi Turatea itu menilai capaian tersebut belum cukup jika layanan pendidikan inklusif, khususnya bagi anak disabilitas, masih belum merata di sekolah-sekolah negeri.
“Salah satu indikator penting untuk mendapatkan KLA adalah perhatian terhadap anak-anak disabilitas dan Down syndrome. Namun kenyataannya, di sekolah-sekolah dasar (SD) negeri yang ada di Kota Makassar belum terdapat Guru Pendamping Khusus (GPK),” ujarnya saat menyampaikan pandangan akhir fraksi, di ruang sipakalebi lantai II Balaikota, Rabu (29/07).
Ketua Hanura Makassar itu meminta Pemerintah Kota Makassar segera menambah GPK di seluruh SD dan SMP Negeri.
Ia menyebut, salah indikator penting dalam mewujudkan kota layak anak dengan keberadaan GPK.
Irmawati Sila mengungkapkan, banyak orang tua terpaksa mengeluarkan biaya hingga Rp1 juta bahkan lebih setiap bulan untuk membayar pendamping atau GPK agar anak mereka bisa mengikuti proses belajar yang ada saat ini.
“Saya mendapatkan laporan dan keluhan saat reses bahwa ada orang tua yang membayar Rp1 juta untuk bisa membayar pendamping, ini kan bisa menjadi beban kita sebagai pemerintahan harus betul-betul hadir untuk mereka,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pemkot Makassar harus memperbarui pendataan penyandang disabilitas dan anak Down syndrome secara lebih rinci. Saat ini kata Irmawati Sila, pendatang yang ada di kota Makassar belum lengkap.
Sebab, menurutnya data yang akurat menjadi dasar penyusunan kebijakan dan penganggaran yang tepat sasaran.
“Benar bahwa kita semua ingin Makassar tidak hanya meraih predikat Kota Layak Anak, tetapi juga menjadi Kota Inklusi yang benar-benar memberikan akses pendidikan dan pelayanan yang setara bagi seluruh anak, termasuk penyandang disabilitas, jadi antara prestasi dan implementasi di lapangan betul-betul sejalan” tukasnya.


















































