Anggota DPRD Makassar Fraksi Demokrat, Tri Sulkarnain (Dok: Ist)KabarMakassar.com — Serapan anggaran sejumlah SKPD Pemerintah Kota Makassar masih berkisar 35-40 persen hingga evaluasi triwulan kedua 2026.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar menilai kondisi ini harus segera dikejar dan membuka opsi turun langsung ke lapangan untuk mengawasi program yang belum berjalan maksimal.
Anggota DPRD Makassar Fraksi Demokrat, Tri Sulkarnain, mengatakan angka tersebut menjadi salah satu sorotan dalam monitoring dan evaluasi (monev) DPRD terhadap pelaksanaan APBD 2026.
“Pada monev triwulan kedua kemarin, kami memang memantau SKPD dan hampir semuanya rata-rata serapannya berada di antara 30 sampai 35 persen,” kata Tri, Jumat (21/08).
Menurut Tri, rendahnya realisasi anggaran tidak boleh kembali terjadi seperti 2025. Ia menyebut sembilan fraksi DPRD Makassar telah menyampaikan perhatian yang sama agar Pemkot mempercepat pelaksanaan program sepanjang 2026.
“Serapan anggaran yang rendah karena tahun lalu di 2025 itu cuma 85 persen jangan diulangi lagi di 2026. Harus dimaksimalkan,” ujarnya.
DPRD mendorong Pemkot Makassar menggenjot program strategis yang memiliki nilai anggaran besar. Pembangunan stadion dan program seragam sekolah gratis disebut menjadi sektor yang dapat membantu mendongkrak persentase realisasi APBD.
“Program-program strategis pemerintah kota bisa dimaksimalkan seperti stadion, seragam sekolah gratis dan sebagainya. Dari situ kemungkinan besar serapan anggaran paling banyak dan bisa menaikkan persentase serapan anggaran pemerintah kota,” jelasnya.
Selain program strategis, Tri meminta kegiatan yang dianggap mendesak tidak ikut tertunda. Ia mencontohkan Puskesmas Ujung Pandang Baru dan PAUD di Taman Anrea Karebosi yang perlu segera direalisasikan.
DPRD juga akan melihat persoalan serapan rendah pada masing-masing OPD. Untuk sektor pekerjaan umum, Tri menyebut sebagian kegiatan memang masih melalui proses tender sehingga pelaksanaannya diperkirakan mulai lebih banyak berjalan pada triwulan ketiga.
“Yang penting kami sudah menyampaikan kepada pemerintah kota untuk memaksimalkan. Nanti kami pantau ulang lagi di monev triwulan ketiga sampai sejauh mana serapannya,” katanya.
Memasuki triwulan ketiga, DPRD akan kembali memetakan program yang belum berjalan. Program-program tersebut akan didorong untuk dikebut sebelum memasuki tiga bulan terakhir tahun anggaran.
“Pastinya kita memonitoring program-program apa saja yang belum berjalan sampai di triwulan ketiga nantinya untuk dimaksimalkan di tiga bulan terakhir,” kata Tri.
Bahkan, DPRD membuka kemungkinan melakukan pemantauan langsung apabila menemukan kegiatan yang realisasinya tidak sesuai target.
“Kalau perlu memang teman-teman DPRD bisa ikut memantau langsung kegiatan di sana, apa kendalanya, apa masalahnya sampai memang tidak berjalan maksimal. Karena kita tidak mau mengulangi lagi serapan anggaran yang rendah seperti tahun lalu,” tegasnya.
Job Fit Jadi Momentum Evaluasi SDM
Tri juga mengaitkan persoalan serapan anggaran dengan kemampuan sumber daya manusia (SDM) di masing-masing OPD. Namun, ia mengatakan DPRD tidak ingin langsung menyimpulkan seorang pejabat tidak mampu bekerja tanpa melihat persoalan secara menyeluruh.
Pelaksanaan job fit yang tengah dilakukan Pemkot Makassar dinilai bisa menjadi momentum bagi Wali Kota Makassar mengevaluasi kecocokan pejabat dengan posisi yang ditempatinya, termasuk dari sisi kemampuan menjalankan program dan anggaran.
“Kami tidak bisa men-judge orang bahwa tidak maksimal dalam penempatan posisinya. Tetapi sehubungan dengan job fit yang diadakan pemerintah kota, kemungkinan besar Pak Wali bisa melihat kira-kira bawahannya atau SKPD mana yang tidak bisa memaksimalkan perannya di SKPD-nya,” ujarnya.
Menurut Tri, hasil job fit seharusnya dapat menjadi dasar untuk memastikan posisi strategis diisi SDM yang mampu bekerja efektif.
“SDM-SDM yang selama ini mungkin tidak bisa memaksimalkan anggaran yang ada di tempatnya itu bisa disampaikan melalui job fit. Kalau memang tidak bisa bekerja maksimal, bisa digeser dan digantikan dengan orang yang baru yang bisa memaksimalkan seluruh program-program kerja Pak Wali,” tukasnya.


















































