Aktivitas pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat mulai terlihat berdatangan di kantong parkir Pelabuhan Bakauheni pada Jumat (13/3/2026). ANTARA - Riadi Gunawan
Harianjogja.com, LAMPUNG— Arus mudik Lebaran 2026 mulai terlihat di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Sejumlah kendaraan pemudik tercatat mulai memenuhi kantong parkir dermaga pada H-8 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Jumat (13/3/2026).
Pantauan di kawasan pelabuhan menunjukkan kendaraan roda empat, bus penumpang, hingga truk logistik yang hendak menyeberang menuju Pelabuhan Merak, Banten, mulai berdatangan dan bergerak cukup ramai meski lalu lintas masih terpantau lancar.
Kondisi serupa terlihat di area kantong parkir dermaga eksekutif maupun reguler. Para pemudik dengan kendaraan pribadi terus memasuki area Pelabuhan Bakauheni untuk menunggu antrean sebelum naik ke geladak kapal penyeberangan menuju Pulau Jawa.
Meski jumlah kendaraan roda empat yang memasuki kantong parkir semakin meningkat, kepadatan tersebut belum memicu kemacetan panjang. Arus kendaraan menuju area pelabuhan masih dapat bergerak dengan lancar.
Salah seorang pemudik asal Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Revan, mengaku memilih berangkat lebih awal agar perjalanan menuju kampung halaman tidak terhambat kemacetan saat puncak arus mudik Lebaran 2026.
“Kami mau ke Pekalongan, Jawa Tengah. Mudik lebih awal ini supaya tidak terjebak kemacetan, baik di kawasan pelabuhan maupun di perjalanan menuju kampung halaman,” kata dia saat ditemui di kantong parkir Pelabuhan Bakauheni.
Di sisi lain, pihak pengelola pelabuhan memastikan berbagai persiapan telah dilakukan guna menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026 di jalur penyeberangan Bakauheni–Merak.
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menjelaskan bahwa sejumlah fasilitas pendukung telah disiapkan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi pemudik yang akan menyeberang dari Sumatera menuju Jawa.
Ia menambahkan bahwa jalur penyeberangan Bakauheni–Merak merupakan salah satu rute vital yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa serta berperan penting dalam mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik nasional.
“Kita juga sudah menyiapkan berbagai fasilitas, seperti buffer zone, sistem delaying, CCTV, layanan kesehatan 24 jam, dan optimalisasi waktu sandar kapal (port time) guna memastikan operasional berjalan lancar. Kami juga menyiagakan shuttle bus untuk mengangkut penumpang dari terminal reguler menuju dermaga 4,5 dan 6 apabila keadaan darurat atau terjadi penumpukan penumpang di area pelabuhan,” ucapnya.
Partogi berharap masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat merencanakan keberangkatan lebih awal serta mengikuti pengaturan operasional di pelabuhan agar perjalanan berlangsung tertib dan aman.
“Kelancaran operasional penyeberangan tidak hanya bergantung pada kesiapan operator, tetapi juga pada sinergi kuat antara regulator, operator, serta seluruh pemangku kepentingan di pelabuhan,” ujarnya, seiring meningkatnya pergerakan kendaraan pemudik yang mulai memadati Pelabuhan Bakauheni pada fase awal arus mudik Lebaran 2026 menuju Pelabuhan Merak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

3 hours ago
1

















































