
Foto ilustrasi perdagangan saham. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menilai apresiasi pasar tersebut tidak lepas dari kuatnya fundamental ekonomi nasional serta kinerja perusahaan-perusahaan dalam negeri.
Selain IHSG yang mencatat penguatan signifikan, nilai tukar rupiah juga menunjukkan tren positif. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa pelaku pasar semakin optimistis terhadap prospek jangka panjang Indonesia di tengah berbagai dinamika ekonomi global.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan investor saat ini semakin melihat potensi pertumbuhan Indonesia berdasarkan fondasi ekonomi yang dinilai kuat.
“Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia. Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan,” kata Dony usai Flag Off BTN Jakarta International Marathon di Monas, Jakarta, Minggu.
Menurut Dony, penguatan IHSG mencerminkan keyakinan investor terhadap daya tahan ekonomi Indonesia dan kualitas kinerja korporasi nasional yang tetap terjaga.
Ia mengakui bahwa pergerakan pasar saham dalam jangka pendek kerap dipengaruhi berbagai sentimen. Namun dalam jangka panjang, investor tetap menjadikan fundamental ekonomi dan performa perusahaan sebagai pertimbangan utama dalam mengambil keputusan investasi.
“Tentu ada isu dan sentimen yang cukup mempengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat fundamental daripada perusahaan maupun negara,” katanya.
Dony menilai perusahaan-perusahaan nasional, terutama badan usaha milik negara (BUMN), masih memiliki fondasi bisnis yang kuat pada sejumlah sektor strategis. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga nilai perusahaan sekaligus memperkuat kepercayaan investor.
“Teman-teman bisa melihat fundamental perusahaan kita, baik perbankan, tambang, infrastruktur maupun perusahaan BUMN lainnya semuanya bagus,” ujarnya.
Terkait aksi korporasi berupa pembelian kembali saham atau buyback, Dony menyebut langkah tersebut merupakan praktik bisnis yang lazim dilakukan perusahaan ketika harga saham dinilai belum mencerminkan nilai fundamental yang sesungguhnya.
“Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri,” kata Dony.
Ia optimistis tren positif kepercayaan investor terhadap Indonesia akan terus berlanjut seiring transformasi BUMN dan tetap kuatnya fundamental ekonomi nasional.
“Kalau barang bagus, tentu sayang kalau tidak kita optimalkan,” ujarnya.
BTN Soroti Pentingnya Menggerakkan Sektor Riil
Optimisme terhadap ekonomi Indonesia juga disampaikan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, Nixon LP Napitupulu. Menurutnya, kekuatan fundamental ekonomi perlu diimbangi dengan pergerakan sektor riil, khususnya industri perumahan yang memiliki efek berganda (multiplier effect) besar terhadap perekonomian.
Nixon mengatakan BTN akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui berbagai inovasi pembiayaan guna mendorong permintaan masyarakat terhadap hunian.
“Kita harus bisa menciptakan demand, jangan hanya menunggu market. Karena itu, BTN terus mendorong berbagai strategi supaya sektor perumahan tetap bergerak dan masyarakat tetap memiliki akses untuk membeli rumah,” ujar Nixon.
Di tengah dinamika ekonomi yang masih berlangsung, BTN tetap menerapkan strategi pertumbuhan yang prudent dengan memperkuat ekspansi kredit sehat dan menjaga kualitas aset perusahaan.
“Kita masih percaya pertumbuhan bisa tetap dijaga. Segala cara kita pikirkan agar masyarakat tetap bisa memiliki rumah,” katanya.
Upaya mendorong sektor perumahan tersebut dinilai sejalan dengan penguatan fundamental ekonomi Indonesia yang tercermin dari pergerakan IHSG dan meningkatnya kepercayaan investor. Dengan aktivitas sektor riil yang terus bergerak, peluang menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat daya tarik investasi diyakini akan semakin terbuka dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
1

















































