Audiensi dengan Tim Peneliti Unand, Fadly Amran Dorong Pemanfaatan Hasil Riset untuk Perkuat Mitigasi Bencana di Padang

5 hours ago 2

PADANG, KLIKPOSITIF — Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Padang. Salah satu langkah yang didorong adalah kolaborasi antara pemerintah daerah, kalangan akademisi, dan sektor usaha dalam menghasilkan inovasi serta kajian ilmiah yang dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka saat Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi Tim Peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) di Ruang Kerja Wali Kota Padang, Balai Kota Aie Pacah, Rabu (17/6/2026).

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Unand Prof. Yenny Narny, Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Kota Padang Prof. James Hellyward, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tommy TRD.

Dalam pertemuan itu, Prof. Yenny Narny menyampaikan maksud kedatangan tim peneliti untuk mengundang Wali Kota Padang menghadiri kegiatan penyerahan hasil riset berjudul “Riset Pemberdayaan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang” yang akan dilaksanakan pada 29 Juni 2026 di Auditorium Universitas Andalas.

Menurutnya, penelitian tersebut menghasilkan sejumlah luaran strategis yang dapat mendukung upaya pengurangan risiko bencana di Kota Padang, terutama bagi masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir dan berada pada zona rawan terdampak gempa bumi serta tsunami.

“Hasil riset tersebut merupakan kerja sama antara Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas dan PT Pegadaian yang akan diserahkan pada 29 Juni mendatang di Auditorium Unand. Kami berharap kehadiran Wali Kota Padang dalam kesempatan tersebut,” ujar Prof. Yenny.

Ia menjelaskan, salah satu hasil utama penelitian itu adalah rancangan shelter berbasis masjid yang dapat difungsikan sebagai tempat evakuasi masyarakat saat terjadi bencana. Selain itu, tim peneliti juga mengembangkan produk Early Warning System (EWS) berbasis komunitas yang dirancang agar dapat dikelola secara mandiri oleh pengurus dan jamaah masjid di lingkungan masing-masing.

Inovasi tersebut dinilai penting karena mengedepankan partisipasi masyarakat sebagai aktor utama dalam sistem kesiapsiagaan bencana. Dengan keterlibatan langsung warga, sistem mitigasi yang dibangun diharapkan lebih mudah dipahami, dioperasikan, serta berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Riset ini melibatkan berbagai disiplin ilmu guna menghasilkan model mitigasi bencana yang aplikatif dan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Kami berharap hasil riset ini tidak hanya menjadi kajian akademis, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas kontribusi kalangan akademisi yang terus menghadirkan gagasan dan inovasi untuk mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam aspek pengurangan risiko bencana.

Menurut Fadly, Kota Padang sebagai salah satu daerah yang berada di kawasan rawan gempa dan tsunami membutuhkan dukungan berbagai pihak dalam membangun budaya siaga bencana di tengah masyarakat. Karena itu, hasil-hasil penelitian yang berbasis kebutuhan lapangan sangat penting sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pemerintah.

Fadly menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang saat ini terus memperkuat berbagai program mitigasi bencana. Sejumlah langkah yang telah dilakukan di antaranya pemasangan sistem peringatan dini (early warning system) di beberapa wilayah rawan bencana, pelaksanaan edukasi kebencanaan melalui kegiatan jambore, hingga simulasi dan drill tsunami dalam skala besar yang melibatkan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami berharap hasil riset tersebut dapat menjadi salah satu referensi dalam penyusunan kebijakan dan program pengurangan risiko bencana di Kota Padang, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami,” kata Fadly.

Ia menambahkan, penguatan kesiapsiagaan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, berbagai inovasi yang lahir dari penelitian dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang memberi manfaat langsung bagi warga.

Audiensi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara Pemerintah Kota Padang dan Universitas Andalas dalam membangun sistem mitigasi bencana yang lebih adaptif, berbasis ilmu pengetahuan, serta mampu meningkatkan ketangguhan masyarakat menghadapi potensi bencana besar yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah pesisir Sumatera Barat.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news