Belajar di Sekolah Rakyat Blora, Siswa Dapat Laptop dan Smart Board

5 hours ago 5

Belajar di Sekolah Rakyat Blora, Siswa Dapat Laptop dan Smart Board Foto ilustrasi menulis menggunakan laptop. / Freepik

Harianjogja.com, BLORA — Transformasi pendidikan berbasis teknologi mulai diterapkan di Sekolah Rakyat Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Seluruh siswa kini difasilitasi perangkat laptop untuk mendukung proses belajar yang lebih modern, interaktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kepala Sekolah Rakyat Blora, Tri Yuli Setyoningrum, menjelaskan bahwa bantuan perangkat tersebut berasal dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Biro Umum. Kehadiran laptop dinilai membawa perubahan signifikan dalam metode pembelajaran di kelas.

Setiap siswa mendapatkan laptop dengan spesifikasi prosesor Intel Core i5 serta kapasitas penyimpanan sekitar 152 GB. Sementara itu, para guru dan kepala sekolah dibekali perangkat dengan spesifikasi lebih tinggi, yakni Intel Core i7, guna menunjang aktivitas pengajaran yang lebih kompleks.

Menurut Tri, pemanfaatan teknologi ini memungkinkan siswa mengakses berbagai materi pembelajaran secara digital, mengerjakan tugas secara mandiri, hingga mengeksplorasi beragam aplikasi edukasi. Hal tersebut berdampak langsung pada peningkatan partisipasi siswa dalam proses belajar.

“Dengan dukungan teknologi, siswa menjadi lebih aktif dan materi pembelajaran dapat disampaikan secara visual serta interaktif,” ujarnya dikutip dari Antara pada Minggu (19/4/2026).

Selain laptop, sekolah juga dilengkapi fasilitas smart board yang semakin memperkuat ekosistem pembelajaran digital. Guru kini mulai memadukan metode konvensional dengan teknologi, seperti penggunaan video pembelajaran, presentasi digital, hingga evaluasi berbasis aplikasi.

Perubahan ini dinilai mampu meningkatkan pemahaman siswa karena mereka tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan materi menggunakan perangkat yang tersedia.

Saat ini, Sekolah Rakyat Blora menampung sebanyak 50 siswa yang berasal dari 16 kecamatan. Proses pembelajaran didukung oleh 18 tenaga pendidik dan dibagi dalam dua kelas guna menjaga efektivitas kegiatan belajar mengajar.

Ke depan, pihak sekolah berharap transformasi digital ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Dengan pendekatan ini, Sekolah Rakyat Blora berupaya mencetak generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news