
Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta bergerak cepat menyikapi dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kulonprogo. Sejumlah langkah penanganan dan evaluasi langsung dijalankan untuk memastikan keamanan pangan serta mencegah kejadian serupa terulang.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengungkapkan laporan awal mengenai dugaan kejadian tersebut telah diterima dari pihak koordinator yang membawahi pelaksanaan program MBG. Berdasarkan laporan yang masuk saat itu, terdapat sekitar 27 penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan.
Menurut Ni Made, pemerintah tidak menunggu hasil investigasi selesai untuk mulai melakukan tindakan pengamanan. Beberapa langkah darurat langsung diterapkan, termasuk penghentian sementara distribusi menu makanan yang diduga berkaitan dengan munculnya gangguan kesehatan pada para siswa.
Selain itu, tim pengawas sanitasi bersama Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan langsung ke dapur penyedia makanan. Pemeriksaan dilakukan guna menelusuri kemungkinan adanya pelanggaran prosedur dalam proses produksi maupun distribusi makanan.
Pemda DIY juga mengambil sampel makanan yang telah disajikan kepada penerima manfaat beserta bahan baku yang digunakan dalam proses memasak. Sampel tersebut akan diuji lebih lanjut untuk mengetahui ada atau tidaknya kontaminasi yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.
Tidak hanya itu, kejadian tersebut juga telah dilaporkan kepada Koordinator Wilayah (Korwil), Koordinator Regional (Kareg), serta Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) sebagai bagian dari mekanisme penanganan yang berlaku dalam program MBG.
Di saat yang sama, observasi kesehatan terhadap para penerima manfaat terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi mereka dan memastikan seluruh korban memperoleh penanganan yang diperlukan.
"Kemudian kan dilihat analisisnya, menu makanan itu yang menyebabkan. [dugaannya] itu adalah ayam saus barbecue itu. Jadi, kurangnya pengawasan Standar Operasional Prosedur (SOP) saat produksi," ujar Ni Made saat ditemui di kantornya, Rabu (22/7/2026).
Ni Made menambahkan evaluasi tidak hanya difokuskan pada satu menu makanan, melainkan mencakup seluruh proses pelaksanaan program. Pemerintah akan meninjau kembali kepatuhan terhadap SOP, sistem pengawasan produksi, sanitasi dapur, hingga prosedur distribusi makanan kepada penerima manfaat.
"Semuanya dilihat dulu baru kemudian aman ya baru jalan lagi," katanya.
Sebelumnya, sebanyak 27 siswa SMP Negeri 3 Wates harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gangguan kesehatan yang muncul hampir bersamaan pada Selasa (21/7/2026). Para siswa diketahui mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis sebelum merasakan keluhan.
Berdasarkan data Puskesmas Wates, seluruh korban yang mendapatkan layanan kesehatan terdiri atas 11 siswa perempuan dan 16 siswa laki-laki.
Kepala Puskesmas Wates, Salamah Sri Nurhayati, menjelaskan gejala yang dialami para siswa relatif seragam. Keluhan yang muncul antara lain diare, mual, muntah, nyeri perut, hingga demam.
"Gejalanya anak-anak hampir semuanya diare, muntah ada yang mual nyeri perut sampai ada juga yang demam," kata Salamah.
Petugas kesehatan kemudian melakukan pemeriksaan fisik terhadap seluruh siswa yang terdampak serta memberikan pengobatan sesuai gejala yang dialami. Di samping itu, sampel muntahan dan tinja dari sejumlah siswa turut diambil untuk kebutuhan pemeriksaan laboratorium.
Langkah tersebut dilakukan guna mengidentifikasi penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa sekaligus menjadi bagian dari investigasi yang sedang berlangsung. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan sumber masalah dan langkah perbaikan yang harus dilakukan sebelum layanan MBG kembali berjalan secara normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
1

















































