KLIKPOSITIF – Ramadan 1447 Hijriah yang diprediksi menghadirkan durasi puasa yang relatif lebih ringan bagi jutaan Muslim di berbagai belahan dunia. Berdasarkan perhitungan astronomi, lama puasa di sebagian besar negara Arab diperkirakan berkisar antara 12 hingga 13 jam per hari. Hal ini menjadikan Ramadan 2026 sebagai salah satu periode puasa yang tergolong moderat dalam beberapa tahun terakhir. Hari pertama Idulfitri sendiri diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 atau tergantung pada hasil rukyatul hilal.
Dipengaruhi Akhir Musim Dingin
Durasi puasa yang lebih singkat ini dipengaruhi oleh posisi Ramadan yang berada di penghujung musim dingin dan awal musim semi di belahan bumi utara karena terjadi sebelum ekuinoks musim semi, panjang siang hari masih relatif pendek, meski akan bertambah secara bertahap hingga akhir bulan. Artinya, hari-hari terakhir Ramadan akan sedikit lebih panjang dibanding hari-hari awal.
Timur Tengah dan Afrika Utara: 12–13 Jam
Di Mesir, misalnya, waktu puasa di Kairo diperkirakan dimulai sekitar 12 jam 40 menit dan meningkat mendekati 13 jam menjelang akhir Ramadan. Suhu musim dingin yang lebih sejuk juga diperkirakan membantu meringankan beban fisik selama berpuasa.
Pola serupa diperkirakan terjadi di negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman, dengan durasi puasa tetap berada di kisaran 12 hingga 13 jam, meskipun terdapat sedikit perbedaan antar kota.
Di kawasan Levant dan Irak, durasi puasa juga diproyeksikan berada dalam rentang yang sama. Sementara di Afrika Utara seperti Maroko, Aljazair, dan Tunisia, perbedaan bujur dan waktu terbenam matahari dapat menimbulkan variasi kecil, namun tetap dalam kisaran tersebut.
Eropa dan Amerika Utara Lebih Lama
Perbedaan mulai terasa di wilayah yang lebih utara. Di kota seperti New York, durasi puasa diperkirakan dimulai sekitar 12 setengah jam dan meningkat menjadi sekitar 13 jam atau sedikit lebih lama seiring memasuki Maret.
Di sejumlah negara Eropa seperti Inggris, Jerman, serta kawasan Skandinavia, umat Muslim akan menjalani puasa dengan durasi lebih panjang karena letak geografis yang lebih tinggi di garis lintang utara.
Dalam Ramadan-ramadan sebelumnya, umat Islam yang tinggal di bagian utara Rusia, Greenland, dan Islandia bahkan menghadapi tantangan unik dengan waktu puasa melebihi 16 jam, atau sebaliknya menjadi sangat singkat akibat fenomena siang atau malam kutub. Dalam kondisi ekstrem seperti itu, sebagian umat mengikuti panduan keagamaan untuk menyesuaikan waktu puasa dengan kota terdekat yang lebih moderat atau mengikuti waktu di Makkah.
Relatif Seimbang
Secara keseluruhan, Ramadan 2026 diperkirakan memberikan pengalaman puasa yang relatif seimbang bagi sebagian besar dunia Muslim, khususnya di negara-negara Arab, dengan kombinasi durasi siang yang moderat dan cuaca yang lebih bersahabat.

1 week ago
25


















































