BIM Imbau Masyarakat Gunakan ‘e-money’ untuk Transaksi di Bandara

5 hours ago 2

Hayati Sumbar

PADANG, KLIKPOSITIF – Manajemen Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mulai mempersiapkan pelayanan angkutan Lebaran 2026 yang akan berlangsung pada 13 hingga 30 Maret 2026.

General Manager InJourney Airports Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau, Doni Subardono, mengatakan puncak kedatangan penumpang diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran.

“Pada puncak arus kedatangan diprediksi mencapai sekitar 12 ribu penumpang dalam sehari. Sedangkan pada hari-hari lainnya diperkirakan berada di kisaran 8 ribu penumpang per hari,” katanya saat acara buka puasa bersama awak media di salah satu hotel di Kota Padang, Jumat, 6 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai telah mengajukan penerbangan tambahan (extra flight). Hingga saat ini tercatat ada empat penerbangan tambahan yang diajukan oleh maskapai Citilink dan Garuda Indonesia.

Selain itu, sebagian kursi penerbangan dari luar daerah juga telah diblok untuk kebutuhan arus mudik Lebaran, terutama dari kota-kota dengan jumlah perantau Minangkabau yang besar. Pada musim mudik sebelumnya, puncak arus penumpang di BIM pernah mencapai hampir 10 ribu orang dalam satu hari.

Menyambut Perantau dengan Atraksi Budaya

Dalam menyambut kedatangan para perantau Minangkabau, pihak bandara juga akan menghadirkan atraksi kebudayaan khas Minangkabau, seperti yang dilakukan pada tahun sebelumnya.

Atraksi tersebut akan ditampilkan di area terminal kedatangan sebagai bentuk penyambutan kepada perantau yang pulang kampung saat Lebaran sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada para penumpang.

Transaksi di Bandara Didorong Gunakan E-Money

Selain pelayanan penumpang, manajemen bandara juga mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi non-tunai (e-money) selama berada di bandara.

InJourney Airports saat ini tengah berkoordinasi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mempermudah penggunaan layanan pembayaran digital di kawasan bandara.

“Kami mengimbau masyarakat menggunakan e-money agar transaksi di bandara lebih cepat dan praktis. Saat ini juga sedang dibicarakan kemungkinan adanya promo dari bank Himbara selama periode Lebaran,” jelasnya.

Tingginya antusiasme mudik kali ini diduga akibat dampak bencana alam akhir tahun lalu yang membuat banyak perantau menunda kepulangan. Dony menilai arus balik di BIM kemungkinan akan berlangsung lebih lama karena karakteristik pemudik asal Sumbar yang didominasi oleh pedagang ketimbang pegawai formal.

Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di pintu masuk, pihak bandara akan melakukan langkah tegas terkait penggunaan e-money. Dony menyoroti kendala klasik di mana masyarakat Sumbar belum terbiasa menggunakan kartu elektronik, sehingga memicu antrean panjang.

“Kalau pakai e-money, proses keluar tol atau masuk bandara hanya 2-6 detik. Namun jika ada transaksi manual, satu kendaraan bisa memakan waktu hingga 2 menit,” tuturnya.

Posko Lebaran Disiapkan di Beberapa Titik

Untuk memastikan kelancaran arus penumpang, BIM juga akan mendirikan Posko Terpadu Angkutan Lebaran di beberapa titik di area bandara. Posko tersebut melibatkan berbagai pihak, seperti otoritas bandara, maskapai, TNI, Polri, serta instansi terkait untuk memantau operasional penerbangan, keamanan, serta pelayanan penumpang selama periode mudik dan arus balik.

Keberadaan posko ini juga berfungsi sebagai pusat informasi dan koordinasi jika terjadi keterlambatan penerbangan, lonjakan penumpang, maupun kendala operasional lainnya. Dengan berbagai persiapan tersebut, manajemen BIM berharap pelayanan kepada masyarakat selama musim mudik Lebaran dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news