Dua Hari Pasca Idul Adha, Harga Cabai Keriting di Pessel Turun ke Rp58 Ribu per Kg Tertinggi

3 hours ago 1

KLIKPOSITIF- Harga cabai keriting di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, mengalami penurunan dua hari pasca Idul Adha 1447 Hijriah, Jumat (29/5/2026). Sebelumnya sempat menembus Rp60 ribu per kilogram, kini harga cabai keriting turun menjadi Rp44 ribu hingga Rp58 ribu per kilogram.

Fungsional Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pessel, Dwi Wahyuni Arlim mengatakan, penurunan harga tersebut berdasarkan hasil monitoring pasar yang dilakukan pihaknya.

“Cabai keriting kini turun menjadi Rp44 ribu hingga Rp58 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, sebelum Idul Adha tepatnya pada Rabu (27/5/2026), harga cabai keriting sempat berada di angka Rp52 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram.

Baca Juga

Cabai Keriting (Klikpositif/Katasumbar)

Cabai Keriting (Klikpositif/Katasumbar)

Sementara itu, harga cabai rawit merah maupun hijau masih bertahan stabil di kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

“Kalau rawit, baik rawit merah dan hijau masih stabil,” ujarnya.

Selain cabai, harga bawang merah juga tercatat mengalami penurunan tipis. Dari sebelumnya Rp45 ribu hingga Rp48 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp42 ribu hingga Rp48 ribu per kilogram.

“Bawang merah cenderung turun hari ini, tapi selisihnya tidak terlalu jauh,” jelasnya.

Untuk komoditas lain seperti minyak goreng, harga relatif stabil. Namun, harga Minyakita masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Saat ini, harga Minyakita dijual berkisar Rp15.750 hingga Rp17 ribu per liter, sedangkan minyak goreng curah berada di kisaran Rp17.100 hingga Rp18 ribu per liter.

Adapun HET Minyakita berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2024 ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.

Meski sejumlah harga komoditas masih fluktuatif, Dwi memastikan pasokan kebutuhan pokok di wilayah Pesisir Selatan tetap aman dan distribusi berjalan lancar.

Menurutnya, pasokan cabai keriting di Pessel masih didominasi dari luar daerah, terutama dari Medan, Sumatera Utara dan Kerinci, Jambi.

“Sejauh ini pasokan aman. Supply dominan masih dari daerah luar, yaitu Medan dan Kerinci,” tutupnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news