PADANG, KLIKPOSITIF — Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap buah nenas yang kian meroket dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui UPTD Balai Benih Induk Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (BBI PTPH) mengambil langkah strategis. Salah satunya dengan menggelar bimbingan teknis (bimtek) perbenihan komoditas nenas varietas Kursel, yang berlangsung pada 15 April 2025 di Lubuk Minturun, Kota Padang.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ia menjadi bagian dari upaya serius menjawab tantangan klasik sektor hortikultura: tingginya permintaan pasar yang belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan benih bermutu dan bersertifikat. Para peserta yang terdiri dari pelaksana perbanyakan benih dan pengawas benih tanaman nenas tampak antusias mengikuti setiap sesi, menyadari bahwa kualitas benih adalah fondasi utama keberhasilan budidaya.
Di balik geliat tersebut, nenas Kursel muncul sebagai primadona baru. Varietas lokal asal Nagari Kurnia Selatan, Kabupaten Dharmasraya ini telah resmi terdaftar sebagai varietas unggul nasional. Keunggulannya tidak hanya pada ukuran buah yang bisa mencapai 3 hingga 4 kilogram per buah tanpa mahkota, tetapi juga pada cita rasa yang manis dengan tingkat kemanisan mencapai 16,00 hingga 22,25 ºbriks.
“Permintaan terhadap nenas Kursel terus meningkat karena kualitasnya yang unggul. Ini peluang besar bagi petani sekaligus tantangan bagi kita untuk menyediakan benih sumber yang berkualitas,” ungkap salah satu narasumber yang merupakan peneliti sekaligus pemulia nenas dari Pusat Riset Hortikultura, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa nenas bukan sekadar komoditas buah biasa. Selain memiliki nilai ekonomis tinggi, nenas juga dikenal sebagai buah multi guna dengan berbagai manfaat kesehatan. Kandungan vitamin C yang relatif tinggi, berkisar antara 9,18 hingga 15,68 mg per 100 gram, menjadikan buah ini berpotensi membantu mencegah kanker, mengontrol gula darah, mengatasi sembelit, hingga berfungsi sebagai antiradang.
Namun, di balik potensi besar tersebut, terdapat pekerjaan rumah yang tidak ringan. Salah satunya adalah memastikan teknik perbanyakan tanaman dilakukan secara tepat. Dalam bimtek ini, peserta dibekali pengetahuan tentang perbanyakan vegetatif, mulai dari pembelahan bonggol atau batang, pemanfaatan anakan, hingga penggunaan mahkota buah sebagai sumber bibit. Selain itu, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) juga menjadi perhatian penting demi menjaga kualitas benih yang dihasilkan.
Laporan pelaksana kegiatan menyebutkan, saat ini UPTD BBI PTPH Sumatera Barat telah memiliki sekitar 100 batang pohon induk nenas Kursel. Jumlah tersebut menjadi modal awal untuk dikembangkan menjadi benih dasar maupun benih pokok. Meski demikian, pengembangan lebih lanjut tetap membutuhkan penguasaan teknologi dan keterampilan yang memadai agar benih yang dihasilkan benar-benar memenuhi standar mutu.
Kepala UPTD BBI PTPH Sumatera Barat, Syofrinaldi NP, SP, MSI menekankan bahwa sektor buah-buahan, termasuk nenas, memiliki pangsa pasar yang sangat potensial, baik di tingkat domestik maupun ekspor. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas harus terus didorong melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat, terutama penggunaan benih bermutu.
“UPTD BBI memiliki peran penting dalam menyediakan benih sumber tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Termasuk nenas Kursel yang nantinya bisa diperbanyak oleh produsen atau penangkar benih,” ujarnya.
Lebih jauh, ia berharap keberadaan benih unggul yang tersedia dalam jumlah cukup dan kualitas terjamin akan menjadi kunci dalam meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian di Sumatera Barat. Pada akhirnya, langkah ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra hortikultura unggulan di Indonesia.
Di Lubuk Minturun, di antara deretan tanaman dan semangat para peserta, tersirat harapan besar: bahwa dari benih-benih unggul yang dipersiapkan hari ini, akan tumbuh masa depan pertanian yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing.

6 hours ago
4


















































