BMKG: Hujan dan Petir Ancam 70 Persen Kota Besar Hari Ini

8 hours ago 5

 Hujan dan Petir Ancam 70 Persen Kota Besar Hari Ini Foto ilustrasi lahan pertanian diguyur hujan, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, JAKARTA—Prakiraan cuaca BMKG hari ini, Minggu (3/5/2026), menunjukkan sekitar 70% kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang, disertai peringatan hujan petir dan hujan lebat di sejumlah wilayah.

Prakirawan Medayu Bestari dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada siang hingga sore hari.

Di wilayah Sumatra, hujan ringan diprakirakan melanda Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Jambi, Pangkal Pinang, serta Bandar Lampung. Sementara potensi hujan petir terdeteksi di Tanjung Pinang dan Palembang.

Untuk Pulau Jawa, hujan ringan diprediksi terjadi di Jakarta dan Semarang, sedangkan Bandung serta Serang berpotensi hujan sedang. BMKG mengingatkan potensi hujan petir di Surabaya dan Yogyakarta.

Di Kalimantan, hujan ringan diprakirakan mengguyur Pontianak, Palangka Raya, dan Samarinda. Sementara Tanjung Selor berpotensi hujan sedang dan Banjarmasin perlu mewaspadai hujan petir.

Wilayah Bali dan Nusa Tenggara menunjukkan cuaca berawan tebal di Kupang, dengan hujan ringan di Denpasar dan Mataram.

Di Sulawesi, Gorontalo diprediksi berawan tebal dan Manado berawan. Hujan ringan berpotensi turun di Palu dan Kendari, sementara Mamuju diperkirakan mengalami hujan lebat.

Untuk Maluku dan Maluku Utara, hujan ringan berpotensi terjadi di Ambon dan Ternate. Sedangkan wilayah Papua seperti Sorong, Manokwari, Nabire, Jayawijaya, Jayapura, dan Merauke didominasi hujan ringan.

BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah seperti Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Maluku.

Berdasarkan data BMKG pukul 06.00 WIB, aktivitas sirkulasi monsun Asia Tenggara dan zona konvergensi lapisan bawah (low level wind pattern/LLWP) memicu pertumbuhan awan konvektif di wilayah barat hingga tengah Indonesia. Kondisi ini diperkuat oleh nilai CAPE tinggi di beberapa wilayah, termasuk Mamuju, yang berpotensi memicu pembentukan garis badai (squall line).

Dampak yang perlu diwaspadai meliputi genangan di kawasan perkotaan seperti Jakarta dan Semarang, angin kencang di Bandung hingga Surabaya, serta peningkatan risiko longsor di wilayah perbukitan Sulawesi Barat pascahujan lebat.

BMKG merekomendasikan masyarakat menghindari aktivitas luar ruang pada pukul 12.00–17.00 WIB di wilayah rawan petir, memantau informasi cuaca melalui aplikasi resmi BMKG, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir bandang di wilayah pegunungan Papua.

Secara klimatologis, periode Maret hingga Mei 2026 masih berada pada fase pancaroba dengan kecenderungan curah hujan di atas normal di Jawa dan Sulawesi, dipengaruhi anomali suhu muka laut serta dinamika atmosfer global seperti Madden-Julian Oscillation (MJO). Kondisi ini diperkirakan masih akan memicu peningkatan aktivitas hujan hingga akhir Mei, sehingga masyarakat di berbagai wilayah diimbau terus mengikuti pembaruan informasi cuaca secara berkala.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news