Foto udara kondisi satu dari dua titik jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (17/2 - 2026).
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan penanganan intensif banjir Grobogan dan Demak yang hampir sepekan merendam ribuan rumah warga di Jawa Tengah. Upaya penanganan difokuskan pada percepatan pemulihan dampak bencana serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir.
Data BNPB mencatat banjir Grobogan sejak 15 Februari 2026 telah merendam 10.061 keluarga dengan total 9.736 unit rumah terdampak, dengan kondisi terparah berada di Kecamatan Tegowanu dan Kecamatan Godong yang masih dalam penanganan petugas gabungan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Jumat (20/2/2026) menjelaskan hingga saat ini genangan banjir di wilayah Grobogan masih terjadi sehingga membutuhkan penanganan intensif dari pemerintah pusat dan daerah.
BNPB juga mengonfirmasi Pemerintah Kabupaten Grobogan telah menetapkan status tanggap darurat banjir yang berlaku hingga setidaknya 22 Februari 2026 guna mempercepat proses penanganan bencana serta distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.
Sementara itu di Kabupaten Demak, BNPB mencatat sebanyak 8.163 unit rumah turut terdampak banjir. Pemantauan visual tim reaksi cepat BNPB di lapangan menunjukkan sejumlah area persawahan di wilayah Kebonagung, Plangwetan, dan Tlogosih masih terendam air.
BNPB memastikan pendampingan intensif kepada pemerintah daerah terus dilakukan hingga kondisi benar-benar pulih dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Menurut Abdul, langkah pendampingan tersebut dilakukan dengan memasifkan perbaikan tanggul yang jebol setelah dihantam arus deras luapan Sungai Tuntang. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk menutup titik-titik kerusakan tanggul yang menjadi penyebab meluasnya genangan banjir di wilayah Demak dan Grobogan.
Penanganan banjir Grobogan dan Demak ini menjadi prioritas BNPB karena dampaknya yang luas terhadap permukiman warga dan sektor pertanian, termasuk area persawahan yang masih terendam hingga proses pemulihan infrastruktur tanggul selesai dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

3 days ago
4

















































