80 Ribu Sekolah Direvitalisasi, Target Tuntas 2028

3 hours ago 1

80 Ribu Sekolah Direvitalisasi, Target Tuntas 2028

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat peresmian pembukaan kelas internasional atau ICP di SD Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus (SDA Mulida) di Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Harianjogja.com, KUDUS— Pemerintah terus mempercepat program revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia guna meningkatkan kualitas sarana pendidikan. Sepanjang 2025 hingga 2026, lebih dari 80.000 satuan pendidikan ditargetkan mendapatkan perbaikan infrastruktur.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa pada 2025 sebanyak 16.167 sekolah telah direvitalisasi. Sementara pada 2026, jumlahnya melonjak signifikan dengan target mencapai 71.744 satuan pendidikan.

“Awalnya kami menargetkan 11.744 sekolah dengan anggaran sekitar Rp14 triliun. Namun kemudian ada tambahan hingga 60.000 sekolah, sehingga totalnya menjadi 71.744 sekolah di tahun ini,” ujarnya saat ditemui di Kudus, Sabtu (13/6/2026).

Program revitalisasi ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Fokus utama program adalah memperbaiki kondisi fisik bangunan sekolah agar lebih layak, aman, dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.

Mu’ti menjelaskan, proses penyaluran anggaran saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Artinya, sebagian besar proyek sudah berjalan dan bahkan beberapa di antaranya akan segera diresmikan dalam waktu dekat.

“Dalam beberapa bulan ke depan sudah ada sekolah yang bisa diresmikan hasil revitalisasi ini,” katanya.

Sementara itu, tambahan program untuk 60.000 sekolah lainnya dijadwalkan mulai berjalan pada Agustus hingga September 2026. Pemerintah berharap percepatan ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh siswa dan tenaga pendidik di berbagai daerah.

Meski demikian, Mu’ti mengakui masih banyak sekolah di Indonesia yang membutuhkan perbaikan. Oleh karena itu, program ini akan terus dilanjutkan hingga beberapa tahun ke depan.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan seluruh sekolah dengan kondisi rusak dapat direhabilitasi secara bertahap hingga tuntas pada 2028.

“Harapannya, pada akhir 2028 tidak ada lagi sekolah rusak yang menghambat proses pendidikan,” tegasnya.

Program revitalisasi ini juga menyasar daerah-daerah, termasuk Kabupaten Kudus. Namun, jumlah pasti sekolah yang menjadi sasaran masih terus diperbarui karena adanya penambahan data secara berkala.

Dengan percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan ini, pemerintah optimistis kualitas pembelajaran di Indonesia akan semakin meningkat. Lingkungan sekolah yang layak dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kenyamanan dan prestasi siswa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news