BPOM Padang Gandeng Berbagai Pihak Cegah Penyalahgunaan Obat Terlarang di Sumbar

3 hours ago 3

PADANG, KLIKPOSITIF – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Padang memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan obat-obatan tertentu (OOT) di Sumatera Barat melalui kerja sama lintas sektor.

Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan 11 camat di Kota Padang, tiga asosiasi pengusaha Indonesia, tiga asosiasi profesi, serta 21 pimpinan akademisi dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Sumbar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Elyunaida mengatakan, penyalahgunaan obat-obatan tertentu menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.

“Dalam tujuh tahun terakhir, peningkatan penyalahgunaan di daerah rawan tercatat mencapai 19 kali lipat,” katanya saat kegiatan OTT, Senin, 25 Mei 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut banyak terjadi pada kalangan anak muda yang masih mencari jati diri, memiliki emosi yang belum stabil, dan mudah terpengaruh oleh berbagai persoalan hidup sehingga memilih pelarian ke arah negatif.

“Karena itu, edukasi menjadi sangat penting. Kita harus bekerja sama agar pesan-pesan pencegahan ini bisa sampai ke komunitas-komunitas masyarakat dan generasi muda,” ujarnya.

Ia mengatakan, BPOM terus memperkuat pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan, khususnya obat-obatan yang beredar secara legal agar tidak disalahgunakan.

“Pengawasan tersebut dilakukan dengan menyamakan persepsi bersama seluruh pihak terkait guna melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat,” paparnya.

Ia menjelaskan, ancaman terhadap generasi muda saat ini tidak hanya berasal dari narkotika, tetapi juga dari penyalahgunaan obat-obatan tertentu yang mudah diperoleh di pasaran.

Beberapa jenis obat yang umum dikonsumsi masyarakat bahkan dapat disalahgunakan jika digunakan tidak sesuai aturan dan resep dokter.

“OTT ini sangat mudah didapatkan. Jika disalahgunakan, dapat merusak saraf pusat dan menjadi pintu masuk menuju penyalahgunaan narkoba yang lebih berat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Aklima mengatakan, Sumbar sendiri disebut berada di peringkat keenam secara nasional terkait peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan tertentu. Kondisi ini dinilai menjadi bom waktu bagi generasi muda apabila tidak ditangani secara serius.

“Data BPOM menunjukkan sekitar 60 persen penyalahgunaan obat terjadi pada anak usia sekolah. Sepanjang 2025, BPOM juga berhasil mengamankan ribuan butir obat ilegal yang diperjualbelikan secara daring atau online,” terangnya.

BPOM mengingatkan bahwa penggunaan obat tanpa pengawasan dan resep dokter dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat dan tidak bisa dianggap sepele.

Melalui gerakan “Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-obatan Tertentu (OOT)”, BPOM Padang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan obat.

“Mari kita jaga anak kemenakan kita agar tidak masuk dalam penyalahgunaan obat-obatan. Edukasi harus dilakukan secara masif hingga tingkat nagari agar tercipta nagari bersinar dan bebas dari penyalahgunaan obat,” tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan bersama stakeholder dalam mencegah penyebaran OTT di lingkungan masyarakat.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news