
Foto ilustrasi SPMB jenjang SMP dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Gunungkidul masih terus bergulir. Memasuki tahap lanjutan, jalur domisili dan mutasi dijadwalkan dibuka pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menjelaskan bahwa mekanisme penerimaan siswa tahun ini dibagi dalam beberapa jalur untuk memberikan kesempatan yang lebih merata bagi calon peserta didik.
Tahapan awal telah dimulai sejak Mei 2026 melalui seleksi kelas khusus olahraga di sejumlah sekolah, seperti SMP Negeri 1 Playen, SMP Negeri 1 Ngawen, SMP Negeri 1 Saptosari, dan SMP Negeri 1 Rongkop.
Selanjutnya, jalur prestasi dan afirmasi dibuka sejak 22 Juni 2026 dan kini telah memasuki tahap pengumuman hasil seleksi. Setelah itu, proses akan berlanjut ke jalur domisili serta mutasi atau perpindahan orang tua.
“Komposisi kuota penerimaan sudah ditetapkan, yakni 25 persen untuk jalur prestasi, 20 persen afirmasi, 5 persen mutasi, dan 50 persen melalui jalur domisili,” ujar Nunuk, Jumat (26/6/2026).
Penguatan Sistem Zonasi dan Antisipasi Kecurangan
Nunuk menegaskan bahwa jalur domisili menjadi fokus utama dalam sistem penerimaan tahun ini. Penentuan zonasi dilakukan berdasarkan jarak tempat tinggal calon siswa dengan sekolah tujuan.
Namun, ia mengakui potensi kecurangan masih ada, terutama melalui praktik yang dikenal sebagai “KK tempel”, yakni memindahkan nama calon siswa ke dalam Kartu Keluarga lain yang beralamat dekat sekolah favorit.
Untuk mencegah hal tersebut, Dinas Pendidikan memperketat verifikasi data administrasi. Salah satu syarat utama adalah kesesuaian alamat antara Kartu Keluarga dan dokumen rapor.
“Alamat yang tercantum di KK harus identik dengan yang ada di rapor. Ini langkah penting untuk menjaga transparansi dan keadilan dalam seleksi,” tegasnya.
Kuota Sekolah dan Jadwal Pendaftaran
Di tingkat satuan pendidikan, pelaksanaan SPMB juga terus dipersiapkan. Kepala SMP Negeri 1 Wonosari, Agus Maryanto, menyebutkan bahwa sekolahnya mendapatkan total kuota 224 siswa pada tahun ajaran ini.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 112 kursi dialokasikan untuk jalur domisili, 56 untuk jalur prestasi, 45 untuk afirmasi, dan 11 untuk jalur mutasi.
Saat ini, proses seleksi baru berjalan untuk jalur prestasi dan afirmasi. Sementara itu, pendaftaran jalur domisili dan mutasi akan dibuka mulai Senin (29/6/2026) hingga Rabu (1/7/2026).
Agus berharap seluruh tahapan penerimaan siswa baru tahun ini dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Semoga prosesnya tertib, transparan, dan semua calon siswa mendapatkan kesempatan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Dengan sistem yang terus diperbaiki dan pengawasan yang diperketat, pelaksanaan SPMB di Gunungkidul diharapkan mampu menciptakan proses seleksi yang adil, akuntabel, serta bebas dari praktik kecurangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
1

















































